Politik Pemerintahan

Seruan Politisi Partai Nasdem Jatim

Pemberantasan Covid Jangan Jadi Panggung Selebrasi Keuntungan Politik Ekonomi

Jember (beritajatim.com) – Moch. Eksan, politisi Partai Nasional Demokrat Jawa Timur yang juga mantan anggota DPRD Jawa Timur, menyerukan agar pemberantasan Covid-19 tidak menjadi panggung selebrasi dan festivalisasi bagi sekelompok orang meraup keuntungan politis dan ekonomis.

Eksan melihat ada dua sisi kontradiktif dalam penanganan pandemi Covid-19. “Satu sisi, corona sudah menjadi stigma negatif bagi korban dan keluarga sebagai penyakit kutukan. Prosedur penanganan pasien rawat inap atau jalan, ataupun jenazah korban dari virus Corona, yang isolatif, membuat keluarga korban mengalami diskriminasi sosial. Warga lain membuat jarak, yang melukai warga lain dalam interaksi sosial,” kata Eksan, Senin (21/9/2020).

“Atas nama pemberantasan virus corona, jutaan keluarga korban kehilangan hak asasinya untuk memperlakukan korban dengan baik, sebagaimana tuntunan birrul walidain atau berbuat baik terhadap orang tua dan mu’asyarah bil ma’ruf atau bergaul dengan baik,” tambah Eksan. Hal inilah yang memperburuk kondisi korban melalui masa-masa isolasi diri dan akhir hidupnya.

Menurut Eksan, ada ‘coronaphobia’ yang menyebabkan masyarakat khawatir, takut, dan waswas terpapar virus mematikan ini, kendati tingkat kesembuhannya tergolong sangat tinggi. “Akibatnya, daya rusak psikologis virus ini berdampak serius bagi rusaknya tatanan politik, sosial dan ekonomi akut,” katanya.

Sisi sebaliknya, lanjut Eksan, sampai hari ini ada silang sengkarut antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan kasus di DKI dan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam penanganan kasus di Jatim. “Ini adalah contoh konkret betapa para pejabat rebutan menjadi paling depan,” katanya.

“Kasus ini seksi dari segi liputan media sebagai bencana kesehatan dunia, sehingga siapapun yang berada di garda terdepan akan mendapatkan keuntungan popularitas dan politis sekaligus. Naik turunnya hasil survei kandidat terkait dengan tingkat publikasi dan kepuasan publik terhadap penanganan Covid-19 di daerah yang bersangkutan,” kata Eksan.

Selain itu, lanjut Eksan, penanganan Covid mendapat dukungan anggaran yang sangat besar. “Anggaran Covid-19 tingkat nasional mencapai Rp 677,2 triliun. Tingkat Jatim mencapai Rp 3,84 triliun. Tingkat Kabupaten Jember mencapai Rp 479,4 miliar,” katanya.

“KPK sejak dini mengingatkan empat potensi penyelewengan dana bencana kesehatan ini, terkhusus dalam pengadaan barang dan jasa, korupsi filantropis dari sumbangan pihak ketiga, realokasi anggaran, dan penyelenggaran bantuan sosial dan jaring pengamanan sosial,” kata Eksan. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar