Politik Pemerintahan

Pembelian Lahan TPST Gresik Terancam Gagal

Gresik (beritajatim.com)– Pembelian lahan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Kabupaten Gresik terancam gagal. Pasalnya, sejauh ini pemkab setempat belum menyelesaikan pembayaran lahan. Padahal, batas waktu belanja modal sampai 28 Desember 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Lahan Dinas Pertanahan Pemkab Gresik Budi Raharjo mengatakan, saat ini prosesnya masih appraisal hingga 12 Desember nanti. Nah rencananya, 16 Desember nanti pihaknya akan melakukan rapat negosiasi dengan pemilik lahan.

“Setelah pemberkasan. Kalau ada syarat dokumen yang tidak memenuhi ya kita tinggal,” katanya, Senin (8/12/2019).

Budi mengaku ketar-ketir. Sebab, waktunya tinggal sedikit. Meski begitu, pihaknya tetap optimis bisa terealisasi.

“Kami tetap mengejar jadwal itu agar bisa terbeli,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik berencana membeli lahan TPST di tiga titik. Yakni di Desa Belahanrejo, Kedamean, di utara di Desa Bolo, Ujungpangkah, serta di desa Daun, Sangkapura. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 24 miliar. Namun, dari ketiga lahan tersebut, dua lahan yakni di Bolo dan di Daun nampaknya dipastikan tidak bisa terealisasi. Pasalnya, ada beberapa kendala yang ditemukan di lapangan. Kemudian, kajian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum direkomendasikan.

Menanggapi hal ini, secara terpisah Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi menyebut pembelian lahan itu bakal gagal terealisasi. Bukan tanpa sebab. Politisi PKB itu melihat waktu yang tergolong mepet. Ditambah, progres yang masih jauh.

“Waktunya sangat mepet, saya prediksi anggarannya masuk ke silpa,” pungkasnya. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar