Politik Pemerintahan

Pembebasan Siti Aisyah, Angin Segar bagi Pekerja Migran Indonesia

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding

Jakarta (beritajatim.com) – Kebebasan Siti Aisyah dari tuduhan membunuh Kim Jong Nam adalah angin segar bagi perlindungan para pekerja migran Indonesia di luar negeri. Hal ini menunjukkan komitmen yang serius dari pemerintah melindungi dan menjaga warga negaranya di dalam maupun di luar negeri.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding mengatakan, sejak kasus penangkapan Siti Aisyah terjadi pada 2017 Pak Jokowi telah memberi perhatian yang sungguh-sungguh dan memerintahkan jajarannya untuk menyelamatkan Aisyah.

“Sebab Aisyah sesuai dengan pengakuannya tidak berniat membunuh Kom Jong Nam, ia hanya dijebak utk seolah-olah mengikuti acara prank,” ujar Karding, Selasa (12/3/2019).

Dia menambahkan, salah satu usaha serius Jokowi utk pembebasan Aisyah saat ia bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Juni 2018 di Istana Bogor. Saat itu Jokowi meminta Mahatir Muhammad untuk melindungi para pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, bukan hanya bersungguh-sungguh dalam memberikan jaminan perlindungan hukum bagi pekerja migran, Jokowi juga memikirkan bagaimana kesejahteraan para pekerja migran di luar negeri dan keluarganya terjamin.

“Pak Jokowi bahkan memikirkan bagiamana pendidikan anak-anak pekerja migran yang ditinggal orang tuanya. Ia misalnya mendorong pembentukan pusat pembelajaran masyarakat atau Community Learning Center) di Malaysia diperluas,” kata Karding.

Dia juga mengatakan, Jokowi juga terus mendorong upaya penciptaan lapangan kerja di Tanah Air agar jumlah pekerja migran di Indonesia semakin berkurang jumlahnya. Hal Ini karena Presiden Jokowi ingin memastikan anak-anak bisa tetap mendapat perhatian dan kasih sayang yang utuh dari orang tuanya.

“Pembebasan Siti Aisyah menunjukkan bahwa negara di bawah pemerintahan Jokowi akan selalu hadir guna menyelesaikan persoalan rakyat di mana pun berada, termasuk para buruh migran,” ujar Karding. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar