Politik Pemerintahan

Pembangunan Trotoar Gajah Mada Gagal, Rp 800 Juta Digondol Kontraktor

Kayu triplek yang digunakan sebagai penutup gorong-gorong kondisinya ambrol dan membahayakan bagi pejalan kaki

Bojonegoro (beritajatim.com) – Trotoar di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kabupaten Bojonegoro pembangunannya tidak selesai. Banyak material yang masih berserakan. Akar bekas pemotongan pohon penghijauan juga terbengkalai. Trotoar yang sudah dibongkar kini gorong-gorong hanya ditutup menggunakan kayu triplek.

Kondisi tersebut membahayakan bagi pejalan kaki. Serta warga sekitar merasa terganggu karena di depan rumah terdapat material, maupun gorong-gorong yang terbuka. Kayu triplek yang digunakan sebagai penutup gorong-gorong juga rawan jebol akibat panas maupun hujan.

“Sangat mengganggu dan membahayakan. Sudah ada korban yang terperosok karena kayu triplek yang dipijak ambrol,” ujar salah seorang warga Jalan Gajah Mada, Wati, Jumat (31/1/2020).

Sementara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Hari Prasetyo menyampaikan, jika pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada tersebut memang berhenti. Hal itu lantaran tidak ada progres pengerjaan dari pemenang proyek.

Proyek senilai Rp 4,9 miliar itu dikerjakan oleh CV Mitra Tangguh. Namun, hingga batas waktu pengerjaan habis, proyek tersebut hanya dikerjakan sekitar 24 persen. Dari pengerjaan yang tidak selesai itu, Pemkab Bojonegoro sudah mencairkan dana sebesar Rp 800 juta lebih.

“Ya kita bayarkan sesuai dengan progres pengerjaan. Namun sekarang akan segera kita lelang kembali pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada itu,” jelasnya.

Menurut Hari melalui sambungan telepon, ada empat paket pengerjaan di 2019 yang gagal dikerjakan dan akan dilelang kembali pada 2020. Salah satunya pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar