Politik Pemerintahan

Pembangunan Pabrik di Desa Pangelen Sampang Tanpa Sosialisasi

Pembanguan Pabrik di Desa Pangelen Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Pembangunan pabrik yang diduga berkecimpung di bidang Batching Plant atau pengolahan cor beton di Desa Pangelen, Kecamatan/Kabupatan Sampang, meresahkan warga sekitar.

Pasalnya, aktivitas kegiatan proyek pembangunan pabrik tersebut, menganggu lahan pertanian di wilayah setempat.

Yang lebih aneh lagi, pembangunan pabrik itu tanpa ada sosialisasi apalagi memberikan kompensasi terhadap warga terdampak.

“Tidak ada sosialisasi sebelumnya, bahkan saya selaku Kepala Desa Pangelen tidak pernah dilibatkan, kemungkinan warga menilai saya sudah kenyang dengan adanya kegiatan pembangunan pabrik tersebut. Padahal tidak sama sekali,” kata
Zaenal Abidin Kades Pangelen, Rabu (18/9/2019).

Lebih lanjut Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya berharap pihak pabrik harus mengikuti standar pendirian pabrik, seperti izin dan amdal. “Kami tetap setuju dengan adanya pabrik di desa kami, tetapi adat Madura harus dipakai, bukan saya ingin mencari kesalahan tetapi ya pamitlah kepada kepala desanya,” harapnya.

Terpisah Kabid Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang, Suaidi Asyikin mengatakan, bahwa semua jenis usaha harus mengantongi izin.

Saat ini, pengajuan izin usaha bisa dilakukan melalui sistem online. Hal itu berdasarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS).

“Permohonan izin semua jenis usaha bisa melalui OSS. Warga bisa melakukannya sendiri,” terangnya.

Permohonan izin usaha pabrik tersebut sudah diproses. Tinggal menunggu Nomer Induk Berusaha (NIB) keluar. Kemudian, akan dilakukan verifikasi dan komitmen perusahaan dalam memenuhi kelengkapan izin lingkungan, UKL/UPL, AMDAL, dan semacamnya dengan jangka waktu 7×24 jam.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar