Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pembangunan Jembatan Kaca Bromo, Pemkab Probolinggo Bangun Jalan Tongas-Sukapura

Master plan jembatan kaca di kawasan Seruni Point Bromo Tengger Semeru. (source foto Kementerian PUPR)

Probolinggo (beritajatim.com) – Kawasan wisata Bromo Tengger Semeru telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018.

Maka dari itu, dalam waktu dekat, wisatawan yang berkunjung ke wisata Gunung Bromo akan disuguhi dengan jembatan kaca Seruni Point.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo, R Oeman Sjarief berkomitmen akan terus mendukung secara penuh rencana pembangunan jembatan kaca di Seruni Point.

“Salah satunya melakukan perbaikan pada akses jalan melalui dana Provincial Road Improvement (PRIM) dari Tongas sampai Sukapura. Tahun 2022 nanti akan dimulai perbaikan infrastruktur dimulai dari gerbang wisata Sukapura sampai Seruni Point dengan jarak 2,6 km,” tegasnya.

Dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan, jembatan kaca yang digadang-gadang menjadi yang terpanjang di Indonesia ini akan melintasi jurang sedalam 80 meter dan dengan panjang 120 meter, dengan struktur jembatan berupa kaca pengaman berlapis dengan ketebalan 25,55 mili meter, dilengkapi double protection steel yang terbuat dari baja galvanis yang tahan karat.

Diketahui, pembangunan jembatan kaca Seruni Point ini akan segera dilakukan dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI bersinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Dalam situs resmi Kementerian PUPR, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Jalan Nasional Jawa Timur dan Bali pada Kementerian PUPR Ahmad Subkhi mengatakan, Bromo Tengger memiliki pesona alam yang luar biasa dan cara pengelolaan alam dan lingkungan oleh penduduk setempat yang sangat baik.

“Ini nantinya menjadi acuan suatu pembelajaran bagi daerah-daerah lain tentang cara-cara pengelolaan lingkungan. Inilah Bromo Tengger Semeru dipilih untuk dibangun jembatan kaca Seruni Point,” ujarnya. (ted)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan