Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pembahasan Ranperda RTRW Gresik Belum Tuntas

Gresik (beritajatim.com) – Pembahasan Rancangan Peraturan Daarah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2021-2041 di Kabupaten Gresik belum tuntas sampai sekarang. Padahal, ranperda tersebut sudah dibahas sejak September 2021 lalu.

Imbas molornya ranperda itu, sangat berpengaruh pada pembangunan Kota Gresik 20 tahun mendatang.

Seperti diketahui, kalangan legislatif terkait dengan itu masih menunggu persetujuan Gubernur Jawa Timur tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2022. Hal ini merupakan salah satu cara meminta rekomendasi agar pembahasan Raperda RTRW dapat dilanjutkan.

“Ini cukup mendesak, apalagi aturan tersebut berkaitan dengan kebijakan lainnya,” ujar Ketua Pansus RTRW DPRD Gresik Syahrul Munir, Kamis (20/01/2022).

Syahrul berharap pemerintah juga harus menyiapkan kajian detail tentang rencana perubahan pola ruang. Khususnya pada perubahan pola ruang yang rencananya akan dilakukan di tiga titik lokasi wilayah Gresik Utara.

Salah satunya yakni agro industri di sekitar waduk Sukodono Kecamatan Panceng, Kawasan Industri Halal (KIH) di Sidayu, dan pengolahan limbah B3 di Ujungpangkah. “Saat ini masih berupa kawasan pertanian dan perikanan. Namun direncanakan menjadi kawasan industri. Tentu perlu ada kajian yang komprehensif,” ungkapnya. [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar