Politik Pemerintahan

Pemantau GMNI Temukan Dugaan Penggelembungan Suara di Surabaya

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Pasca pemungutan dan penghitungan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019, Lembaga pemantau GMNI Surabaya menemukan adanya dugaan penggelembungan suara.

Ketua Lembaga Pemantau GMNI Surabaya, Aldian Dwi Pamungkas mengatakan ada dugaan penggelembungan suara di beberapa TPS kota Surabaya dari hasil pemantauan di lapangan. “Setidaknya kami menemukan ada puluhan TPS yang terdapat penggelembungan suara dari hasil pemantauan kawan-kawan pemantau GMNI Surabaya,” terangnya.

Aldian, sapaan akrabnya, menjelaskan, ada potensi penggelembungan suara tersebut dilakukan dengan menambahkan hasil perolehan suara sah partai politik dengan calon yang tertuang di C1. “Salah satunya terjadi di TPS Kecamatan Lakarsantri dimana suara sah partai politik dan calon yang seharusnya mendapatkan 88 suara namun jumlahnya tertulis 94,” Jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pemantau GMNI Jawa Timur, Nabrisi Rohid juga mengungkapkan penggelembungan suara yang dilakukan oleh KPPS dengan mengarah pada salah satu partai politik tentu berpotensi untuk merugikan parpol lainnya selaku peserta Pemilu. “Kalau ada penggelembungan suara untuk salah satu parpol dapat mengurangi kursi parpol lain,” ungkap Naha, sapaan akrabnya

Selain itu, demi mewujudkan Pemilu yang berintegritas diharapkan setiap pelaksanaannya harus sesuai peraturan yang berlaku. “Asas jujur dan adil harus dijunjung tinggi demi mewujudkan Pemilu yang bersih dan tidak membohongi publik dalam hal ini rakyat” tegasnya. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar