Politik Pemerintahan

Peluang Poros Ketiga di Pilwali Surabaya Terbuka

Surabaya (beritajatim.com) – Kemungkinan munculnya 3 poros di Pilwali Surabaya kini kembali menguat. Salah satunya penyebabnya adalah pandemi yang tengah melanda. Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik asal Unair, Suko Widodo.

“Pandemi saat ini bisa membuatnya segalanya terjadi. Termasuk munculnya 3 pasangan calon di Pilwali Surabaya. Lagi pula, politik kan selalu akan cair. Semuanya masih sangat mungkin terjadi. Apapun bisa saja terwujud sampai ada keputusan akhir,” kata Suko.

Meskipun demikian, pria yang akrab disapa Sukowi ini menilai jika keputusan akhir terkait 3 poros itu bakal berada di tangan DPP masing-masing partai politik. “Karena ya tidak bisa dipungkiri politik kita saat ini memang seperti itu,” ujarnya.

“Semua keputusan terkait pemilihan kepala daerah akan berada di Jakarta. Di tangan DPP dari masing-masing partai politik,” pungkas Suko.

Sebagai informasi, saat ini masih ada dua poros yang nampak jelang Pilwali Surabaya 2020. Poros pertama adalah PDIP yang dalam berkali kesempatan memastikan bakal mengajukan pasangan calon mereka sendiri, meski tidak memungkiri membuka peluang koalisi jika partai lain ingin bergabung.

Poros kedua adalah koalisi partai politik yang telah mendeklarasikan diri bakal mendukung mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. Mereka adalah PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, dan PAN.

Sisanya yang hingga kini belum menentukan sikap adalah PKS, PSI, dan PPP. Dengan hitungan jumlah kursi, seharusnya ketiga partai itu sangat memungkinkan untuk membentuk poros ketiga. PKS memiliki 4 kursi di DPRD Surabaya, sedangkan PSI 4 kursi dan PPP satu kursi. Syarat untuk bisa mengajukan calon sendiri di Pilwali Surabaya adalah memiliki 10 kursi.

Opsi lainnya yang mungkin akan terjadi adalah beberapa partai politik telah mendeklarasikan diri dukungan mereka mendadak berubah arah di detik-detik terakhir pendaftaran. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar