Politik Pemerintahan

Peluang NU-Nasionalis di Pilwali Surabaya Disebut Menguat

Agus Mahfud Fauzi

Surabaya (beritajatim.com) – Peluang pasangan berlatarbelakang NU-Nasionalis, jika berkoalisi, di Pilwali Surabaya 2020 kini disebut semakin menguat. Pendapat itu datang dari sosiolog politik asal UNESA, Agus Mahfud Fauzi.

Rabu (28/8/2019), Ia mengungkapkan jika pendapat itu didasari oleh beberapa fakta yang tidak bisa dipungkiri. Salah satunya adalah kesamaan visi keduanya.

“Keduanya sering kali memiliki kesamaan. Kita lihat saja pada kasus papua ini, keduanya memiliki tujuan yang sama. Koalisi antara NU dan Nasionalis sangat bisa terjadi. Terwujud pula di Pilgub Jatim kan,” kata Agus.

Peluang untuk pasangan dengan kombinasi itu bisa memenangkan Pilwali pun sangat kuat menurut Agus. “Peluangnya sangat mungkin. Tapi ini bersyarat,” ujarnya.

“Syaratnya adalah NU dan Nasionalis harus bisa bersatu total. Selain itu, keduanya pun harus bisa mengesampingkan ego masing-masing kelompok dan siapa pula musuhnya,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya turut menyuarakan hal yang sama. Wakil Ketua KOMPI Surabaya, Dedy Mahendra bahkan, menyebut kombinasi NU-Nasionalis bisa menang mutlak di Surabaya.

“Prediksi kasar, tanpa melihat tokoh maupun partai, kombinasi NU-Nasionalis bisa menang 70 hingga 75 persen. Ini dengan melihat basis masing-masing. Bebas yang mau jadi calon Wali Kota ini NU ataupun sebaliknya,” ujar Dedy.

“Kawasan Utara dan Timur Surabaya ini lekat dengan kelompok NU. Sementara, Barat dan Selatan itu nasionalis. Jadi itu modal yang cukup kuat untuk memperoleh kepercayaan publik,” tambahnya.

Sebagai informasi, di Bursa Pilwali Surabaya 2020, beberapa nama tokoh besar Kota Pahlawan sudah mulai santer disebut. Diantaranya adalah Fandi Utomo, Dhimas Anugrah, Whisnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, Armuji, Hendro Gunawan, dan Gus Hans. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar