Politik Pemerintahan

Peluang Kombinasi Gus Hans-Dhimas Anugrah Terwujud di Pilwali Surabaya Menguat

Pertemuan Ketua Kopyah Ireng, Achmad Zaenal Efendi dengan DPN Generasi Optimis Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) -Ketua Kopyah Ireng, Achmad Zaenal Efendi bertemu dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Generasi Optimis (GO) Indonesia di Jakarta, Senin malam (1/10/2019). Pertemuan ini pun sontak memantik spekulasi di antara komunitas politik Surabaya.

Kedua pihak diketahui bergerak dalam ikhtiar politik dengan semangat yang sama, yaitu mendorong pemimpin-pemimpin muda untuk memimpin daerah dengan spirit Reformasi Bersih dan bebas KKN.

Kopyah Ireng diketahui mendukung Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020, sementara pada Juli 2019 lalu DPN GO Indonesia tertangkap media mendeklarasikan dukungannya kepada politisi muda Dhimas Anugrah dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dalam klarifikasinya, Efendi mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan silaturahmi antarperkumpulan yang sama-sama mempedulikan kemajuan masyarakat dan bangsanya. “Saya jauh-jauh datang dari Surabaya ke Jakarta untuk bersilaturahmi dengan para pimpinan GO Indonesia. Demi memperkuat ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.

Ditambahkan Efendi, Ia pun mengaku mengetahui bahwa GO Indonesia mendukung Dhimas Anugrah dalam Pilwali Surabaya mendatang.

Di sisi lain, DPN GO Indonesia melalui Sekretaris Jendral (Sekjen) Tigor Mulo Horas Sinaga tidak membantah jika pertemuan keduanya juga membicarakan peta politik Surabaya dan dua kandidat yang namanya beredar di bursa calon Wali Kota Surabaya.

“Pertemuan ini silaturahmi. Kami bicarakan banyak hal, namanya juga sahabat. Topik tentang pilwali Surabaya juga mampir di ruang obrolan kami, tapi tak melulu tentang itulah,” kata Horas.

Kopyah Ireng yang dipimpin Efendi dalam beberapa waktu terakhir tampak gencar menyosialisasikan Gus Hans yang dikenal sebagai lingkaran dekat Gubernur Khofifah. Kedatangan Efendi ke Jakarta memancing spekulasi adanya kelanjutan upaya menduetkan Gus Hans dengan Dhimas Anugrah.

Seperti diketahui, pada Kamis (30/6/2019) lalu Gus Hans dan Dhimas bertemu pada sebuah jamuan Buka Puasa bersama di sebuah hotel di Jalan Dinoyo, Surabaya.

“Prinsipnya, Generasi Optimis Indonesia mendukung orang-orang yang lurus dan baik hatinya. Bukan cuma sekadar pintar, tapi juga saleh. Kami lihat Gus Hans dan Cak Dhimas memenuhi kriteria itu,” kata Horas.

Mengenai langkah teknis yang akan Kopyah Ireng dan GO Indonesia lakukan dalam ikhtiar menduetkan Gus Hans dan Dhimas Anugrah di Pilwali Surabaya, keduanya tak bersedia memberikan komentar. Kedua pihak hanya menyatakan bahwa mereka sepakat mendukung putra-putra terbaik untuk melayani masyarakat Surabaya.

Gus Hans diketahui adalah pengurus partai Golkar Jawa Timur yang juga pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Jombang. Sementara Dhimas Anugrah adalah politisi PSI yang juga intelektual muda dari Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris. Namanya melejit seiring melambungnya nama PSI bersama Grace Natalie, Tsamara Amany, Giring Nidji, dan Ryan Ernest, walau partai itu belum berkesempatan masuk ke Senayan pada Pileg 2019 lalu.

Horas mengatakan bahwa pihaknya dan Kopyah Ireng akan membangun kekuatan secara proporsional untuk mewujud-nyatakan visi mereka bagi Surabaya. “Saya kagum dengan Gus Hans ya, beliau sosok ulama muda NU yang berpikiran luas. Beliau dengan Cak Dhimas sama-sama tokoh kerukunan anak bangsa. Keduanya cerdas, dan gaya politik mereka kalau saya lihat itu tidak kampungan. Lihat cara mereka sosialisaikan diri, tidak lebay, tidak mengumbar link-link berita yang rendah news value-nya,” ujar Horas.

Sebelumnya diketahui, Gus Hans dan Dhimas Anugrah tidak ikut mendaftar di konvensi yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Gus Hans, hingga berita ini diturunkan, belum beranjak mengambil formulir konvensi di Partai NasDem dan PSI. Demikian juga Dhimas Anugrah.

Gus Hans sendiri pernah berkomentar bahwa dirinya tidak bisa “grusa-grusu” (gegabah, red.) seperti orang yang tak punya partai. Itu adalah alasan mengapa mantan jubir Khofifah di Pilgub Jatim 2018 itu tidak tampak sibuk mengikuti konvensi-konvensi yang diselenggarakan.

Senada, Dhimas Anugrah sampai warta ini diberitakan pun tidak pernah berkomentar di media mengenai masuknya namanya di dalam bursa Pilwali Surabaya 2020.

Hal tersebut memicu dugaan bahwa PSI dan Dhimas sedang melakukan gaya politik “silent” yang menyulitkan calon-calon kompetitor di Pilwali memprediksi strategi politik mereka.

“Masing-masing politisi itu punya style. Presiden Jokowi punya style yang khas beliau sendiri. Akbar Tanjung punya gaya sendiri, Oesman Sapta Odang punya style sendiri, Jeffry Geovani punya gaya sendiri, begitu juga Gus Hans dan Cak Dhimas itu punya gaya mereka sendiri yang khas. Tak perlulah kita berspekulasi macam-macam,” kata Horas.

Kopyah Ireng dan GO Indonesia kepada wartawan mengatakan bahwa mereka sepakat mendukung orang-orang baik dan lurus untuk memimpin Surabaya. “Apa yang baik dari Bu Risma harus diteruskan, kita tingkatkan, dan kami yakin Gus Hans dan Cak Dhimas adalah orang-orang terbaik dari semua calon terbaik yang ada,” pungkas Horas.

GO Indonesia sendiri belakangan mencuat di pemberitaan media massa terkait dukungannya kepada Veronica Tan untuk maju ke Pilwali Medan 2020 bersama Bobby Nasution, menantu Jokowi. Organisasi pimpinan Jeni Widianingrum itu juga diisukan sering keluar-masuk Istana Negara terkait lobi untuk meloloskan Niluh Djelantik menjadi salah satu Menteri di Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Ma’ruf, walau isu tersebut dibantah oleh Horas Sinaga.[ifw/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar