Politik Pemerintahan

Peletakan Batu Pertama di RSNU Jombang Bertabur Kiai dan Menteri

Tiga menteri, Gubernur Jatim Khofifah, Bupati Jombang Mundjidah, serta sejumlah kiai mememcet tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan tahap II RSNU Jombang, Sabtu (4/7/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Tiga orang menteri dan para kiai menghadiri peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Bedah Sentral dan Rawat Inap Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2020).

Tiga menteri yang hadir antara lain; Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah, serta Menteri Kesehatan (Menkes) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sedangkan sejumlah kiai yang hadir di antaranya, KH Nasir Fattah dari Pesantren Tambakberas Jombang, Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid (Gus Salman), Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, serta Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Ahyar.

Hadir pula Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Mundjidah Wahab serta Wabup Sumrambah, Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi, serta sejumlag kepala OPD (organisai perangkat daerah) baik dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Jombang.

Katua PCNU Jombang mengatakan, RSNU melakukan perluasan pembangunan. Yakni membangun gedung Bedah Sentral dan Rawat Inap. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas satu hektar. Letaknya, di belakang RSNU Jombang. Sumber anggaran pembangunan tersebut berasal dari hibah dari Pemprov Jatim sebesar Rp 20 miliar.

“Hari ini kita lakukan peletakan batu pertama. Semoga cita-cita RSNU untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selalu diridoi Allah. Saat ini RSNU masuk kategori rumah sakit tipe D. Tahun depan kita tergetkan sudah tipe C,” ujar Gus Salam saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar menjelaskan secara panjang lebar tentang awal mula berdirinya RSNU Jombang. Kepada Menkes, Halim juga menceritakan bahwa dirinya adalah komisaris di RSNU. Menurutnya, awal mula pengadaan tanah untuk RSNU dilakukan pada 2009. Dana tersebut juga berasal dari hibah Pemprov Jatim sebesar Rp 10 miliar.

KH Miftahul Akhyar membacakan doa sebelum memulai peletakan batu pertama di RSNU Jombang, Sabtu (4/7/2020)

“Alhamdulillah, untuk pembangunan tahap II ini kita kembali mendapatkan hibah dari Pemprov. Besarnnya juga meningkat, yakni Rp 20 miliar. Namun dana tersebut hanya cukup untuk bangunan, belum isinya. Kalau isinya nanti terserah Pak Menkes. Kalau dulu kita mendapatkan bantuan alkes sebesar Rp 6 miliar, kalau tahun ini meningkat berarti bisa Rp 24 miliar,” ujar Halim menggojlok Menkes di depan forum.

Halim melanjutkan, pembangunan ini merupakan tahap kedua dimana sebelumnya telah ada beberapa ruangan seperti poli khusus serta IGD. Badan hukum RSNU ini sendiri berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Kepemilikan saham PT RSNU 65% dimiliki NU secara organisasi dan 35% dimiliki publik.

“Saat pertama kali mendirikan RSNU, pesannya Kiai Nasir (KH Abdul Nasir Fatah) adalah agar RSNU ini memiliki daya tahan hingga kiamat. Kemudian kita melakukan studi banding ke sejumlah rumah sakit. Akhirnya badan hukum yang kita pilih berbentuk PT (perseroan terbatas). Karena badan hukum ini tidak akan bisa dikuasai orang per orang,” kata Gus Nanang, panggilan akrab Abdul Halim Iskandar.

Sementara Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, pembangunan RSNU ini merupakan sebuah cita-cita yang sangat luhur karena tidak ada jalan lain untuk dekat di hati masyarakat dan rakyat kecil melalui pelayanan di bidang kesehatan.

“Karena itu pendirian Rumah Sakit NU ini sungguh sebuah hal yang sangat mulia dan saya yakin akan betul-betul menjadi jalan yang mulus dan tulus di depan Allah,” pungkasnya.

Sebelum peletakan batu pertama dilakukan, seluruh menteri yang hadir, Gubernur Jatim, Bupati Jombang, serta para kiai, ke atas panggung. Mereka kemudian memencet tombol secara bersama-sama sebagai penanda dimulainya pembangunan tahap II di RSNU Jombang.

Selanjutnya, KH Miftahul Ahyar membacakan doa yang diamini seluruh hadirin. Terakhir, Menkes mengambil batu dan adonan semen untuk diletakkan di tempat yang sudah disediakan. Kemudian diikuti gubernur dan pejabat lainnya. Peletakan batu pertama yang dilakukan Menkes itulah sebagai pertanda dimulainya pembangunan Gedung Bedah Sentral dan Rawat Inap Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar