Politik Pemerintahan

Pelayanan PDAM Jadi Fokus Utama Paslon NIAT

Gresik (beritajatim.com) – Pelayanan PDAM menjadi fokus utama pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah atau NIAT yang selama ini masih belum maksimal.

Paslon nomor urut 2 itu menyebutkan persoalan air di Kabupaten Gresik masih belum merata. Padahal, mayoritas masyarakat menjadi pelanggan PDAM Giri Tirta. Tak jarang para pelanggan kerap kesulitan mendapatkan air bersih.

“Masyarakat Kecamatan Gresik masih kesulitan mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang berada di pelosok Gresik,”ujar Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, Minggu (21/11/2020).

Gus Yani menambahkan, jika dirinya terpilih menjadi Bupati Gresik 2021 hingga 2025 menjamin masyarakat Gresik dalam 100 hari kerja langsung dilakukan perbaikan distribusi air PDAM.

“Saat ini masih terjadi kebocoran air dari saluran PDAM di angka 35 persen lebih. Kedepan kami akan menekan kebocoran itu di bawah angka 15 persen dengan cara maintenance rutin yang selama ini oleh pemerintah daerah tidak pernah dilakukan. Padahal, kondisi pipa PDAM sudah banyak yang lapuk di sejumlah titik,”katanya.

Gus Yani bercerita saat menyapa warga di kelurahan Sukorame, kecamatan kota Gresik. Ia mendapat keluhan warga soal pelayanan PDAM yang mengecewakan. !di kelurahan tersebut sudah bertahun-tahun tidak dialiri air PDAM. Padahal sebagian warga masih berlangganan PDAM.

“Ironisnya masyarakat yang berlangganan masih mendapat tagihan air PDAM. Sementara air yang diterima sangat minim. Bahkan, sering tidak mengalir ke rumahnya. Maka dalam 100 hari kerja Niat nanti PDAM akan kami kembalikan lagi fungsi awal sebagai Perusahaan Daerah (PD) berbasis pelayanan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. Bukan berbasis pendapatan seperti sekarang,”terangnya.

Sementara menurut pengakuan salah seorang pelanggan PDAM warga kelurahan Kebungson, Mulyono. Distribusi air PDAM di kelurahannya hanya mengalir 2-3 hari dan selanjutnya tidak mengalir lagi sampai berbulan-bulan. Bahkan kondisi itu sudah terjadi dalam setahun terakhir.

“Ya kondisi ini membuat keluarga saya susah. Mau mandi nggak bisa, nyuci nggak bisa, masak juga nggak bisa. Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah. Padahal air merupakan kebutuhan pokok bagi kami,”ungkap Mulyono.

Seperti diketahui, APBD Gresik tahun 2020 menggelontorkan dana Rp 25 miliar untuk PDAM Giri Tirta. Suntikan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Baik kualitas maupun kuantitas. Namun, hingga bulan ini pelayanan PDAM yang dirasakan masyarakat belum maksimal. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar