Politik Pemerintahan

Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pilbup Mojokerto Terbanyak ke-5 di Jatim

Rapat Koordinasi Stakeholder Evaluasi Pengawasan Pelaksanaan Kampanye pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020.

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto mencatat, pelanggaran protokol kesehatan selama masa kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 2020 terbanyak ke-5 di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan saat rapat Koordinasi Stakeholder Evaluasi Pengawasan Pelaksanaan Kampanye pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020 di salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/11/2020).

“Sejauh ini, memang berkaitan dengan kegiatan ini (kampanye) kami melakukan evaluasi kegiatan kampanye kurang lebih 43 hari. Yang masih mendominasi memang pelanggaran protokol kesehatan,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy’at.

Pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan nomor urut 1, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra sebanyak 36 kali dengan peringatan tertulis sebanyak 26 kali dari pelaksanaan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas sebanyak 222 kali.

Pasangan nomor urut 2, Yoko Priyono-Choirunnisa dari pelaksanaan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas sebanyak 81 kali terjadi pelanggaran protokol kesehatan sebanyak 5 kali dan teguran tertulis sebanyak 1 kali. Pelanggaran protokol kesehatan pasangan nomor urut 3, Pungkasiadi-Titik Masudah sebanyak 30 kali.

Dengan peringatan tertulis sebanyak 24 kali dari pelaksanaan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas sebanyak 202 kali. Tahapan penindakan pelanggaran yang dilakukan Bawaslu dengan sebelumnya memberikan himbauan secara lisan sebelum pelaksanaan kampanye.

“Sejauh ini berkaitan dengan protokol kesehatan kami hanya mengeluarkan surat peringatan tertulis. Surat peringatan tertulis itu 1×60 menit, sejauh ini belum ada yang melebihi 60 menit alias 1 jam. Sehingga tidak ada pembubaran dan tidak ada proses penanganan pelanggaran skorsing pelanggaran kampanye,” katanya.

Selain itu, masih kata Aris, Bawaslu Kabupaten Mojokerto juga melakukan evaluasi berkaitan dengan penangganan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK). Untuk pasangan nomor urut 1, Ikbar APK yang melanggar sebanyak 116 dan BK sebanyak 106.


Pasangan nomor urut 2, Yoni APK yang melanggar sebanyak 187 dan BK sebanyak 11. Sedangkan pasangan nomor urut 3, Mas Pung-Mbak Titik APK yang melanggar sebanyak 370 dan BK sebanyak 89. Pelanggaran tersebut menjadi harapan Bawaslu Kabupaten Mojokerto agar berhenti di angka tersebut.

“Kabupaten Mojokerto menjadi pelanggaran protokol kesehatan terbanyak ke-5 di Jawa Timur. Masih ada 23 hari lagi masa kampanye, diharapkan untuk tetap menjaga barisannya, menjaga peserta pemilunya agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” harapnya.

Masih kata Aris, karena jajaran Bawaslu Kabupaten Mojokerto terbatas sehingga pasangan calon maupun tim pemenangan diminta kerjasamanya serta keamanan. Dengan memastikan kampanye berjalan sesuai protokol kesehatan.

Sementara itu, calon Wakil Bupati nomor urut 1, Muhammad Al Barra menanggani evaluasi yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Mojokerto menjadi masukan dan evaluasi bagi Ikbar. “Kami disoroti yang paling banyak tapi pertemuan kami yang terbanyak,” ujarnya.

Masih kata Gus Barra (panggilan akrab, red), diprediksi banyaknya pelanggaran protokol kesehatan terjadi karena antusias masyarakat yang ikut dalam kampanye Ikbar. Meski dalam pelaksaannya, tim pemenangan sudah mengingatkan agar taat protokol kesehatan.

“Tapi mungkin semakin banyaknya peserta, sehingga seperti tidak mengindahkan protokol kesehatan. Kita selalu menyiapkan masker, kita akan memberikan jika ada masyarakat atau audien tidak membawa masker. Selalu itu,” tegasnya.

Dalam Rapat Koordinasi Stakeholder Evaluasi Pengawasan Pelaksanaan Kampanye pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020 tersebut terlihat hanya dihadiri pasangan calon nomor urut 1, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra serta sejumlah partai politik (parpol) pendukungnya.

Sementara pasangan urut 2, Yoko Priyono-Choirunnisa tidak hadir. Pun demikian dengan tim pemenangan maupun parpol pendukungnya. Untuk pasangan nomor urut 3, Pungkasiadi-Titik Masudah diwakili Ketua Tim Pemenangan, M Irsyad Ashari. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar