Politik Pemerintahan

Pekerja Migran Asal Ponorogo Capai 40 Ribu Orang

Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto(foto: Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang menjadi kantong-kantong pekerja migran Indonesia (PMI). Data terbaru dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo mencatat PMI uang masih aktif mencapai 40 ribu orang, yang tersebar di Hongkong,Taiwan, Korea Selatan, Malaysia dan Timur Tengah. Jumlah tersebut didominasi oleh kaum perempuan.

”40 ribu orang ini termasuk besar untuk wilayah Jawa Timur,” kata Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto, Sabtu (11/1/2020).

Ibed sapaan akrab Bediyanto menyebut jumlah tersebut bisa lebih banyak, jika PMI ilegal juga ikut tercatat. Dikatan PMI ilegal sebab saat mereka berangkat ke luar negeri itu tidak sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

”Karena ilegal, kami sulit melakukan pengawasan terhadap mereka,” katanya.

Sepanjang tahun 2019, kata Ibed PMI yang meninggal di luar negeri tercatat ada 15 orang. Angka itu lebih kecil jika dibandingkan pada tahun 2018 yang mencapai 17 orang. Saat ada PMI yang meninggal, kata Ibed pihaknyalah yang mengurus pemulangan jenazahnya sampai tanah kelahirannya, Ponorogo.

”Proses pemulangan jenazah ini perlu waktu, karena harus mematuhi proses hukum di PMI tersebut bekerja,” katanya.

Selain pemulangan, Disnaker Ponorogo juga memfasilitasi pemenuhan hak bagi ahli waris. Bagi PMI yang legal, biasanya didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan. Jaminan kematian bahkan mencapai Rp 87 juta. Anak juga akan ditanggung beasiswa hingga sarjana.

”Meskipun PMI ilegal jika meninggal di luar negeri ya tetap kami proses pemulangannya ke tanah air,” pungkasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar