Politik Pemerintahan

Pegawai Dinkes Jember Dibayang-bayangi Trauma Pengadaan Barang

Jember (beritajatim.com) – Lonjakan pasien Covid-19 membuat persediaan alat perlindungan diri (APD) berupa baju hazmat untuk tenaga kesehatan (nakes) kian menipis di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dinas Kesehatan mengupayakan tambahan kebutuhan APD terpenuhi pekan ini dengan dibayang-bayangi trauma.

“Sempat saat itu kesulitan, karena memang kondisi laju pertumbuhan antara yang positif terkonfirmasi yang tidak kita duga dengan persediaan (APD) yang seharusnya cukup menjadi tidak cukup. Kami berupaya melakukan percepatan pengadaan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi.

Dengan dana belanja tidak terduga, Dinkes Jember menambah kebutuhan hazmat kurang lebih 1.200 setel yang didistribusikan ke rumah sakit daerah dan puskesmas untuk kegiatan penelusuran, pengujian, dan vaksin.

“Untuk pemenuhan masker, saat ini yang tersedia kurang lebih 158.850 helai. Dan semua yang kita butuhkan insya Allah minggu ini bisa dipenuhi. Untuk hazmat susulan tambahan sejumlah 3.200 setel yang total menjadi 4.400 setel,” kata Wiwik.

Wiwik mengatakan, pihaknya berupaya melakukan proses pengadaan semua kebutuhan tanpa menyalahi aturan. “Terus terang, teman-teman kami masih banyak yang trauma dengan hasil pemeriksaan, yang masih saat ini banyak dilakukan pemanggilan-pemanggilan. Sehingga kami akan berupaya, walau pengadaan cepat, kami tidak akan menyalahi peraturan yang ada,” katanya.

Menurut Wiwik, secara nasional banyak yang membutuhkan alat pelindung diri seperti hazmat. “Jadi kami harus banyak melakukan upaya mana yang tersedia kami upayakan. Itu yang kami kawal karena adanya kelangkaan. Dandim, kapolres, kejaksaan, bupati mengawal semuanya itu dengan baik,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar