Politik Pemerintahan

Pedagang Positif Covid-19, Pasar Peterongan Ditutup

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab

Jombang (beritajatim.com) – Pemkab Jombang menutup Pasar Peterongan selama tiga hari. Hal itu menyusul adanya pedagang yang dinyatakan positif Covid-19. Penutupan pasar bertujuan memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Pernyataan itu ditegaskan Bupati Jombang Mundjidah Wahab usai melakukan kordinasi dengan pihak terkait. “Tadi kami sudah melakukan kordinasi. Hasilnya, dilakukan penutupan Pasar Peterongan selama tiga hari,” kata Bupati Mundjidah, Selasa (2/5/2020).

Bupati menjelaskan, penutupan tersebut bersifat sementara. Selama penutupan, akan dilakukan sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan di pasar tersebut. Selain itu, juga akan didirikan posko Covid di depan pasar. “Pintu masuk pasar juga kita buat hanya satu. Ini untuk memudahkan pengawasan,” ujar Mundjidah.

Bupati Jombang menandaskan, penutupan Pasar Peterongan terpaksa dilakukan. Karena meski pemerintah sudah sering melakukan sosialisasi, namun para pedagang tetap membandel. Masih banyak pedagang yang tidak mengenakan masker saat berjualan. Dengan kata lain, para pedagang tidak mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Hasil Rapid Test Covid-19, Ilustrasi

Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang, penutupan Pasar Peterongan dilakukan mulai Kamis (4/6/2020) hingga Sabtu (6/6/2020). Surat edaran tertanggal 2 Juni 2020 tersebut ditujukan untuk para pedagang.

Surat yang ditandatangani Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bambang Nurwijanto ini membeberkan alasan penutupan pasar Peterongan, yakni untuk mencegah penularan Covid-19. Karena pedagang di pasar tersebut sudah ada yang terkonformasi positif. Kemudian juga untuk mencegah adanya klaster baru Covid-19 di Pasar Peterongan. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar