Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pedagang Pasar Sayur Magetan Keluhkan Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Lokasi Pasar Sayur Magetan yang dianggap semrawut oleh pedagang. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com) – Pasar Sayur I dan II Magetan tak tertata. Begitulah anggapan para pedagang di pasar yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan/Kabupaten Magetan itu.

Kesemrawutan dianggap jadi tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang tak becus menata pedagang.

Sumarni, salah seorang pedagang merasa rugi. Selama ini retribusi yang dia bayar tak sebanding dengan apa yang diberikan Disperindag padanya. Menurutnya, selama ini konflik antar pedagang sudah memburuk. Utamanya antara pedagang yang berada di dalam dan di luar pasar.

”Semuanya kan ditarik retribusi, kami tidak suka pedagang yang tetap dipertahankan untuk berjualan di luar. Karena mereka melanggar jam dagang. Mereka seharusnya berjualan pada sore sampai malam hari, tapi sebagian masih ada yang jualan sejak siang hari,” katanya.

Hal itulah yang membuatnya merasa ada kesenjangan. Utamanya, pedagang bagian dalam yang merasa tak kebagian pelanggan jika pedagang di luar pasar mulai mendominasi. Hingga, mereka sempat menyuarakan hal tersebut pada Dinas terkait dan lintas sektor lainnya.

”Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan yang jelas. Karena, nyatanya dari dulu sampai sekarang terus seperti ini. Kami harus usaha bagaimana lagi?” katanya.

Di lain sisi, Sulastri, salah seorang pedagang di luar pasar mengakui kalau saat sore dan malam memang pasar sayur cukup ramai. Namun, hal itu tak lantas membuatnya merasa nyaman. Karena, mayoritas pengemudi kendaraan angkutan merasa terganggu.

Lokasi Pasar Sayur Magetan yang dianggap semrawut oleh pedagang. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

”Banyak yang membuat kami tidak bisa nyaman. Meski kerap dikeluhkan berbagai pihak, kami sudah berusaha menepati aturan. Tapi, apa yang kami dapat meski kami sudah bayar retribusi, tapi kami tetap bertahan dengan kondisi seperti ini. Tentu kami memilih berdagang di luar, pembeli lebih mudah menjangkau kami,” katanya.

Menurutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan tak memberikan solusi nyata terkait konflik yang selama ini terjadi. Sehingga, dia meminta kejelasan pada organisasi perangkat daerah yang dinahkodai Sucipto itu untuk memberikan solusi. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar