Politik Pemerintahan

Pedagang Pasar Margalela Sampang Protes SK Bupati

Sampang (beritajatim.com) – Surat Keputusan (SK) Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi tentang pancabutan izin penggunaan kios pasar Margalela, mendapat protes dari para pedagang. Sebab, izin sewa kios pasar tidak boleh diperpanjang dan mengancam para pedagang tidak bisa berjualan.

Rahmad, Ketua paguyuban pedagang pasar Margalela mengatakan, status pencabutan izin penggunaan tersebut sama halnya melarang pedagang untuk berjualan. “Kami yang masih aktif berjualan tidak boleh memperpanjang izin,” tarangnya, Jumat (26/2/2021).

Masih kata Rahmad, dengan adanya SK Bupati tersebut para pedagang merasa kecewa. Pasalnya, pemerintah membatasi aktivitas jual beli dan membuat para pedagang merugi.

“Kalau seperti ini yang dirugikan pasti pedagang. Padahal, kami menempati kios itu dengan cara sewa bukan gratisan,” keluhnya.

Terpisah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Fadol menjelaskan, pencabutan izin penggunaan kios pasar Margalela karena akan dikosongkan lalu dilakukan penataan ulang. Sesuai dengan SK Bupati.

“Ada miskomunikasi antara pemerintah dengan pedagang. SK Bupati itu merujuk terhadap penataan ulang yang kita targetkan selesai Juli mendatang,” tegasnya.

Fadol menyebutkan, jumlah pedagang pasar Margalela mencapai 333 kios. Pihaknya menginginkan hasil dari penataan ulang pasar Margelela berdampak positif pada aktivitas jual beli di dalam pasar. Sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah berharap pasca penataan ulang, para pedagang bisa nyaman beraktivitas di pasar Margalela,” kata Fadol.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Sampang, Suhartini Kaptiati mengaku, tim relokasi atau penataan ulan pasar Margalela melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Stiker yang ditempel pada kios pasar Margalela dalam rangka penataan ulang. Rencana kami lakukan sesuai perintah Bupati,” pungkasnya.[sar/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar