Politik Pemerintahan

Pedagang Keliling Minta Kebijakan Berjualan di Area Sekolah

Ketua Komunitas Pedagang Keliling, Tugimin

Bojonegoro (beritajatim.com) – Komunitas Pedagang Keliling Kabupaten Bojonegoro meminta kebijakan agar bisa berjualan di area sekolah. Permintaan mereka disampaikan dengan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa (29/10/2019).

Ketua Komunitas Pedagang Keliling, Tugimin mengatakan, adanya larangan dari pihak sekolah bagi para pedagang keliling yang biasa mangkal di area sekolah membuat penghasilan mereka merosot. Hal itu menjadi kegelisahan mereka. Sehingga para pedagang berharap agar ada kebijakan yang memperbolehkan bisa berdagang di area sekolah.

“Harusnya ada pembinaan jika memang dinilai jajanan kami kurang higienis. Bukan langsung dilarang berjualan, karena memang ladang kami di situ (berjualan di area sekolah,” ujarnya.

Para pedagang mengaku, apa yang mereka jual rata-rata makanan yang dimasak di tempat. Namun, kebanyakan sekolah mempersoalkan saos dan balado yang dipakai. Bahan makanan tersebut, lanjut Tugimin, dibeli dari toko dan sudah ada label dari BPOM.

Dengan mendatangi kantor DPRD ini mereka berharap pemerintah daerah memberikan ruang bagi pedagang keliling untuk biasa berjualan kembali di area sekolah. Karena sebelumnya, mereka mengaku sudah mendatangi Dinas Pendidikan agar mencarikan solusi, namun tidak ada tindaklanjutnya.

Komunitas pedagang keliling sendiri terbentuk juga karena imbas dari larangan berjualan di sekitar sekolah. Sedikitnya ada 115 pedagang yang bergabung. Baik itu pedagang keliling yang berjualan makanan, mainan, ikan hias, dan lain sebagainya.

“Per Januari 2019, komunitas ini sudah berbadan hukum. Sehingga sudah terorganisir jika akan dilakukan pembinaan,” terangnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Syukur Priyanto mengatakan, agar instansi yang terkait bisa berkolaborasi dengan para pedagang serta memberi sertifikasi makanan sehat. “Dinas Pendidikan juga harus mengintruksikan kepada sekolah agar memberi ruang bagi mereka berjualan di sekitar sekolah,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD itu juga dihadiri oleh Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat. Masing-masing instansi tersebut mengaku akan mencarikan solusi bersama yang terbaik bagi semua. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar