Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pedagang di Magetan Terdampak PPKM, Ini Yang Dilakukan Anggota DPRD Jatim

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Sasa Amaliyah Verawatiningsih.(Foto/Ade Mas Satrio).

Magetan (beritajatim.com) – Pedagang makanan di Magetan yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengeluhkan sepinya dagangan mereka. Terutama mereka yang biasanya berjualan malam hari. Omsetnya turun sampai 75%.

“Saya jualan tepo pecel biasanya mulai sore sampai jam 10 an. Kalau begini ini saya hanya berani bawa nasi separuh dari biasanya. Takut tidak laku. Apalagi orang dilarang kemana-mana, jadinya tambah sepi dagangan,” tutur Defi salah satu pedagang di sekitar jalan MT Haryono, Jumat 23 Juli 2021.

Hal yang sama disampaikan Wiji, pedagang nasi goreng keliling di sekitar Pasar Penampungan hingga alun-alun. “Parah sepinya, Mas, selama PPKM ini. Semalam laku 5 saja sudah bersyukur,” ujar dia.

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih atau yang lebih akrab disapa Diana Sasa sigap merespon keluhan ini. Ia kemudian secara bergiliran membeli jualan para pedagang itu untuk kemudian dibagikan lagi ke masyarakat yang membutuhkan.

“Ya, saya spontan saja ini. Ada bakul nasi goreng sambat ora payu, ya saya beli beberapa bungkus, biar dia bisa segera pulang sebelum jam 8 malam. Nasinya saya bagikan lagi ke masyarakat. Acak saja, tidak ada target penerima khusus,” jelas Diana, Jumat (23/7/2021).

Diana pun merambah ke warung-warung yang terpaksa malah tutup, karena jika buka pun akan rugi. Dia memesan nasi dan lauk untuk dibagikan lagi kepada yang membutuhkan.

“Banyak banget warung yang memilih tutup. Kalau buka malah mereka rugi bahan baku karena omset di bawah target. Kasihan kan. Makanya saya pesan makanan ke mereka, biar bisa dimasak di rumah,” urai Diana lagi.

Total selama PPKM ini sudah 60 warung lebih yang terbantu. Sudah 3000 lebih makanan terbagikan.

“Saya hanya ingin memberi contoh, agar masyarakat yang mampu juga ikut membantu nasib para pedagang ini. Belilah dagangannya. Pesan kan bisa lewat HP sekarang. Diantar ke rumah juga bisa. Bukan soal nilainya, tapi rasa gotong royongnya yang penting,” pungkas Diana.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar