Politik Pemerintahan

PDIP Surabaya Serukan Semua Pihak Terima ‘Sabda’ Rakyat

Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono

Surabaya (beritajatim.com) – PDI Perjuangan menyerukan kepada semua pihak agar menerima hasil pemilihan wali kota di Surabaya dengan besar hati.

Berdasarkan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum Surabaya, perolehan suara Eri Cahyadi-Armuji 597.540, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno 451.794.

“Selisih yang sedemikian besar adalah akibat rakyat Surabaya yang berdaulat menghendaki Eri Cahyadi-Armudji,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya Adi Sutarwijono, Kamis (17/12/2020).

Menurut Awi, sapaan akrabnya,┬árakyat masih menghendaki seluruh karya kebaikan Wali Kota Tri Rismaharini dijaga dan dikembangkan. “Itulah fakta demokrasi setelah 9 Desember 2020. Kalau saran kami sih, sebaiknya legawa saja, kita terima ‘sabda’ rakyat seluruh Surabaya 9 Desember lalu, karena rakyat adalah tuan dalam proses demokrasi ini. Suara rakyat adalah suara Tuhan, vox populi vox Dei,” katanya.

Namun jika ternyata pasangan Machfud Arifin-Mujiaman mengajukan sengketa pilkada ke Mahkamah Konstitusi, tim Eri-Armudji sudah bersiap. “Kami pun akan memohon keadilan kepada Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi. Kami yakin Majelis Hakim MK akan memutus sesuai keadilan,” kata Awi.

Awi mengatakan, setiap pihak berhak menempuh jalur hukum terkait hasil rekapitulasi pilkada Surabaya. “Tapi dari seluruh proses Pilkada hingga Hari-H coblosan, rakyat tahu siapa yang bagi-bagi sembako, bagi-bagi sarung dan bagi-bagi uang,” katanya.

“Kami menemukan bukti-bukti kecurangan yang terstruktur, massif, dan sistematis, yang dilakukan di banyak tempat di Surabaya. Temuan-temuan itu sudah kami laporkan ke Bawaslu, termasuk keterlibatan kepala daerah di Jawa Timur dalam kampanye pilkada di Surabaya, yang kami peroleh dari media sosial,” kata Awi. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar