Politik Pemerintahan

PDIP Sebut Keunggulan Er-Ji di Hasil Survei Bikin Sejumlah Pihak Gusar

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota, Armuji telah dinyatakan unggul dengan selisih 6 persen dibanding kompetitornya, Machfud Arifin dan Mujiaman, dalam Pilkada Surabaya yang bakal digelar 9 Desember mendatang.

Hasil survei internal yang telah diumumkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di sela-sela rapat konsolidasi Jumat lalu (23/10/2020) itu dinilai membuat sejumlah pihak gusar.

“Saya dapat info valid, rupanya ada yang tidak bisa tidur, ada yang sangat galau membaca hasil survei. Baik hasil survei kami maupun pihak lain, intinya sama, yaitu Insya Allah Mas Eri dan Cak Armuji unggul,” ujar Juru Bicara Eri-Armuji, Anas Karno, kepada media, Senin (25/10/2020).

Anas bersyukur atas capaian yang menyebutkan Eri dan Armuji unggul. Hal itu menunjukkan bahwa kesolidan seluruh elemen pendukung Eri-Armuji terbukti dengan baik di lapangan. Semua partai dengan tokoh-tokohnya bergerak masif di lapangan. Seluruh relawan bekerja tulus dalam pemenangan.

“Tentu kami bersyukur. Meski tidak mengandalkan politik uang transaksional serta menebar mimpi ke warga, tidak mengandalkan jejeran mobil super mewah untuk kampanye, rupayanya rekam jejak kerja dan ketulusan Mas Eri-Cak Armuji disambut antusias warga,” katanya.

Anas menambahkan, saat ini pihaknya terus mendapat serangan masif di lapangan. Alat peraga kampanye (APK) Eri-Armuji banyak dirusak. Bahkan, ada foto Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang disobek dan dicoret.

“Banyak laporan APK kita disobek, dirobohkan. Ada pihak yang menghalalkan segala cara. Saya sudah laporkan ke Mas Eri dan Cak Armuji, tapi beliau berdua dengan tegas meminta seluruh kader partai dan relawan untuk stay cool, santun, jangan membalas. APK boleh dirusak, tapi ternyata cinta warga ke Bu Risma, ke Mas Eri, ke Cak Armuji tidak akan pernah bisa dirusak,” ujarnya.

“Cinta dari hati karena sudah terbukti bekerja itulah yang Insya Allah akan terwujud menjadi kemenangan di bilik suara 9 Desember mendatang,” imbuh anggota DPRD Kota Surabaya tersebut.

Anas juga menyebut, ada pihak mulai sering marah-marah begitu membaca hasil survei. “Bahkan, Bu Risma diserang, dituduh salahi aturan kampanye, padahal ada bukti surat Bu Risma sudah meminta izin ke Ibu Gubernur Jatim, dan sudah diizinkan pula oleh Bu Gubernur,” jelasnya.

Dalam waktu sekitar 40 hari tersisa, sambung Anas, pihaknya akan memperkuat konsolidasi seluruh elemen pendukung. “Di kampung-kampung, marak sekali konsolidasi. Dalam kesederhanaan. Tidak ada mobil mewah, tidak ada perayaan glamor, karena semua berbasis gotong royong, rakyat tak ingin ada pihak yang ingin merusak Kota Surabaya dan menghentikan program-program baik Bu Risma,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar