Politik Pemerintahan

PDIP: Rakyat Surabaya Tak Ingin Jatuh ke Tangan Pemimpin yang Salah

Surabaya (beritajatim.com) – PDI Perjuangan Kota Surabaya semakin kencang menggeber kerja pemenangan Calon Wali Kota Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armuji. Eri Cahyadi dan Armuji telah bertemu dengan jajaran pengurus anak cabang (PAC) alias pengurus tingkat kecamatan PDIP se-Surabaya. Eri dan Armuji juga melakukan konsolidasi bersama anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu PDIP Kota Surabaya, Anas Karno menyampaikan, PDIP sejak lama menggelar konsolidasi, meski rekomendasi calon wali kota baru turun beberapa hari jelang pembukaan pendaftaran di KPU.

“Pada Jumat (4/9/2020) kemarin kita mendaftar ke KPU paling awal, meskipun pengumuman calon wali kota kita baru hari Rabu. Ini menandakan mesin partai kami solid memenangkan pilkada Surabaya,” ujar Anas, Senin (7/9/2020).

Anas mengatakan, pertemuan Eri dan Armuji bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya dan ketua serta sekretaris 31 PAC PDIP se-Surabaya dilakukan untuk menyelaraskan gerak pemenangan.

“Rakyat sangat solid ingin kebaikan-kebaikan serta kemajuan Surabaya ini diteruskan dan ditingkatkan. Rakyat tidak ingin Surabaya mundur atau setback. Rakyat tidak ingin Surabaya jatuh ke tangan pemimpin yang salah. Keinginan rakyat itu kemudian kami kolaborasikan dengan kerja pemenangan yang dilakukan partai,” papar Anas.

Terkait strategi pemenangan, Anas enggan membeberkan secara detil. “Yang jelas zona pemenangan sudah kami bagi, baik secara teritorial maupun sektoral. Siapa bekerja apa, semua sudah terbagi habis. Detilnya tidak bisa saya sampaikan, karena ini strategi pemenangan yang pasti akan dahsyat menggalang suara di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan, PDI Perjuangan dikenal sebagai partai kerakyatan yang selama ini telah terbukti bekerja secara nyata untuk rakyat.

“Kami menjadikan platform kerakyatan PDI Perjuangan sebagai pilar pembangunan Surabaya, seperti yang selama ini telah dijalankan sejak Wali Kota Pak Bambang DH dan Ibu Tri Rismaharini,” jelas mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut.

Dalam perjalanan kami sebagai birokrat, Eri mengaku juga terinspirasi dari platform kerakyatan PDI Perjuangan. “Sehingga program-program yang kami jalankan, juga atas arahan Pak Bambang DH ketika itu dan Ibu Tri Rismaharini sekarang, selalu pro wong cilik,” tegasnya.

Dia mencontohkan program permakanan yang mengirimkan makanan bergizi gratis tiap hari untuk puluhan ribu warga kurang mampu, lansia, dan penyandang disabilitas. Ada program pro-UMKM yang telah mengantarkan ribuan UMKM Surabaya go national dan bahkan bisa ekspor. “Juga, ada program penataan kampung-kampung padat yang memberi ruang hidup lebih manusiawi bagi rakyat,” pungkas Eri Cahyadi. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar