Politik Pemerintahan

PDIP Jember Melawan Otoritarianisme Politik Massa Mengambang

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Arif Wibowo

Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan memastikan akan minimal melakukan tujuh kali konsolidasi bersama seluruh jajaran pengurus cabang, anak cabang, ranting, dan anak ranting untuk menghadapi pemilihan bupati di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Bulan Maret adalah batas terakhir terbentuknya secara utuh anak ranting, ranting, dan pengurus anak cabang partai kita. Kalau proses itu kita jalankan dengan baik, maka PDI Perjuangan akan memiliki 12.500 pengurus di seluruh wilayah Kabupaten Jember, mulai dari DPC, PAC, ranting, dan anak ranting,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Arif Wibowo, saat membuka acara penyampaian komitmen kandidat bupati kepada rakyat di kantor partai itu, Sabtu (28/12/2019).

Arif berjanji akan berusaha semaksimal mungkin mengonsolidasikan dan menguatkan partainya untuk memenangkan pemilihan bupati. “Jadi partai bertanggung jawab penuh, dan karena itu mumpung masih awal saya harus sampaikan bahwa pemenangan yang akan kita tempuh berbasis gerakan kepartaian,” katanya.

Dengan berbasis gerakan kepartaian, menurut Arif, pusat pemenangan ada pada partai. “Calon yang kami rekomendasi tentu diberi keleluasaan untuk mengorganisasi kekuatannya di luar partai. Tetapi tetap berpusat kepada partai. Jadi supaya tidak ada dusta di antara kita,” katanya.

“Kami harus menjalankan kepeloporan partai. Partai itu organisasi rakyat, dan karenanya kami tegaskan juga, gerakan kepartaian adalah gerakan yang melawan otoritarianisme dalam bentuk politik massa mengambang. Karena kita melawan politik massa mengambang, maka wajib hukumnya kita harus bergerak menyusun struktur yang efektif yang mampu bekerja sampai pada tingkat dusun dan RW. Itu perintah partai,” kata Arif. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar