Politik Pemerintahan

PDIP Jadi Magnet di Pilwali Surabaya 2020

Agus Mahfud Fauzi

Surabaya (beritajatim.com) – Sosiolog politik asal UNESA, Agus Mahfud Fauzi, mengungkapkan jika jelang Pilwali Surabaya 2020 muncul fenomena unik. Hal itu adalah PDIP menjadi magnet para pendaftar yang ingin berkontestasi di Pilwali.

Untuk diketahui, total kurang lebih 18 orang mendaftarkan diri baik kader maupun non kader di pendaftaran yang dibuka oleh PDIP. Mereka mendaftar baik sebagai Calon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota. Beberapa kader dari lain seperti PAN, PKB, PPP, hingga PBB pun diketahui mendaftar.

“PDIP menjadi magnet ini karena alasan yang jelas. Pertama, mereka peraih kursi terbanyak. Suara mereka paling tinggi di Surabaya. Tentu saja itu menjadi faktor,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan alasan selanjutnya. Peran PDIP di balik 2 periode keberhasilan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menjadi faktor. “Ada peran PDIP pula selama itu. Jelas menjadi alasan khusus pula,” ujarnya.

Meskipun demikian, Agus mengingatkan agar jajaran struktural PDIP tidak gegabah dalam mengeluarkan rekom kelak. Suara kader di akar rumput tidak boleh dilupakan.

“Jangan sampai melupakan suara kader kultural. Apa yang menjadi aspirasi mereka harus didengar dan diwujudkan. Bisa muncul resiko jika ini diabaikan. Apa resikonya? Bisa berujung pada mesin partai yang tidak maksimal. Tentu saja itu merugikan,” pungkas Agus Mahfud. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar