Politik Pemerintahan

PDIP Ingin Rekom Cabup yang Bermanfaat Bagi Rakyat Jember

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Bambang Wahjoe berdiri di podium

Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan belum menerbitkan rekomendasi calon bupati Jember, Jawa Timur. Ada sejumlah pertimbangan dan kalkulasi politik di dewan pimpinan pusat.

“PDI Perjuangan tidak ingin memberikan sesuatu yang tidak ada artinya bagi masyarakat Jember. Kami ingin memberikan calon pemimpin yang benar-benar ada manfaatnya bagi masyarakat Jember,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Bambang Wahjoe, di sela-sela peringatan Peristiwa 27 Juli, di kantor cabang, Senin (27/7/2020).

Bambang menegaskan, semua partai berusaha memilih calon terbaik setelah melihat situasi Jember hari ini. “Bukan hanya PDI Perjuangan. Saya yakin semua partai prihatin dengan kondisi Jember,” katanya.

Apalagi PDI Perjuangan adalah partai yang memprakarsai hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat di DPRD Jember yang berujung usulan pemakzulan Bupati Faida. “Walaupun kami partai pengusung (Faida) waktu itu (saat pemilihan bupati tahun 2015). Karena kami tidak mementingkan urusan pragmatis, tapi urusan masyarakat. Itu harus digarisbawahi,” kata Bambang.

Mengapa PDI Perjuangan memprakarsai rangkaian penggunaan hak parlemen yang berujung pemakzulan? “Saya kira ini bukan sesuatu yang baru. Ini sudah jadi rahasia umum. Sejak direkomendasi dan berhasil kami menangkan, betul-betul tidak ada komunikasi politik yang baik dengan kami,” kata Bambang.

“Tapi sebenarnya bukan persoalan dia (Faida) tidak mau berkomunikasi dengan PDI Perjuangan. Melainkan ketika kekuasaan yang berhasil direbut bersama-sama, kalau mau jujur hari ini, asas manfaatnya buat masyarakat belum terlihat jelas,” kata Bambang. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar