Politik Pemerintahan

PDIP Berharap Putusan MA Puaskan Masyarakat Jember

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Bambang Wahjoe

Jember (beritajatim.com) – Hak menyatakan pendapat dengan usulan pemakzulan terhadap Bupati Faida akan diputuskan oleh Mahkamah Agung. Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap putusan MA bisa memuaskan.

“Bukan hanya PDI Perjuangan. Semua partai berharap putusan MA itu menyenangkan masyarakat Jember. Bukan menyenangkan partai politik. Tapi membahagiakan masyarakat Jember,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Bambang Wahjoe, Senin (27/7/2020).

Putusan apapun memang menjadi wewenang MA. “Tapi salah satu konsekuensi logis kalau ada kesalahan pasti ada sanksi. Kalau ada prestasi, pasti ada reward. Itu saja,” kata Bambang.

Fraksi PDI Perjuangan sebenarnya adalah fraksi pendukung Bupati Faida saat pemilihan kepala daerah Jember, Jawa Timur, pada 2015. Namun, fraksi ini pula yang memprakarsai hak menyatakan pendapatan dan pemakzulan terhadap Faida, dalam sidang paripurna di gedung DPRD Jember, Rabu (22/7/2020).

Dalam pandangan resminya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Edi Cahyo Purnomo menyatakan, terlalu banyak fakta kegagalan, pelanggaranm dan segala carut marut Pemerintahan Kabupaten Jember sejak kepemimpinan Bupati Faida. Ia menunjuk hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan RI terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember Tahun Anggaran 2018 dan 2019.

Foto ilustrasi

“Predikat wajar dengan pengecualian pada APBD 2018 dan predikat disclaimer pada 2019 serasa lebih dari cukup untuk bisa disimpulkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Faida telah gagal menjalankan amanat rakyat, untuk mengelola triliunan uang negara semata-mata demi kesejahteraan Rakyat Jember,” kata Edi.

“Persyaratan untuk membahas APBD 2020 yang diminta DPRD agar Bupati mematuhi dan menjalankan terlebih dahulu perubahan KSOTK (Kedudukan dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja) sesuai surat mendagri dan gubernur tak juga dijalankan sampai dengan hari ini,” kata Edi. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar