Politik Pemerintahan

PDIP: 24 Persen Masyarakat Jember Belum Tahu Ada Pilkada 9 Desember

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 24 persen masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum mengetahui adanya pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020. PDI Perjuangan mengkritik kinerja penyelenggara pilkada.

Angka 24 persen ini diperoleh dari hasil survei internal PDI Perjuangan. “Kecenderungannya adalah partisipasi pemilih menurun, golput tinggi. Pertanyaan kita ke penyelenggara: bagaimana sosialisasinya itu,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Arif Wibowo, Rabu (4/11/2020).

Arif mengingatkan, tanggung jawab penyelenggara adalah menjamin pelaksanaan pilkada berlangsung lancar, aman, tertib, jujur, adil, dan masyarakat tahu jika ada pemilihan. “Ini kritik kepada penyelenggara yang belum maksimal dalam menyosialisasikan pilkada,” katanya.

Arif menampik jika ada alasan keterbatasan yang dialami penyelenggara pilkada. “Duitnya besar. Semua yang menyangkut kebutuhan penyelenggara dan kebutuhan pendanaan sudah dipenuhi semua. Apa keterbatasan terus-menerus? Dukungan anggarannya kan sangat maksimal,” katanya.

Arif melihat ini soal kesungguhan penyelenggara pilkada. “Mungkin karena KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) belum selesai dibentuk. Kemudian di tingkat kecamatan dan desa dalam menyosialisasikan hanya melalui media terbatas. Tidak bisa mengandalkan sosialisasi daring (dalam jaringan),” katanya. Banyaknya warga yang tidak tahu ini akhirnya membuat pasangan calon, partai, dan tim kampanye harus bekerja keras melakukan sosialisasi kepada masyarakat. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar