Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PDI Perjuangan Usulkan Insentif untuk Guru Ngaji Non Muslim di Jember

Siswono, juru bicara Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya

Jember (beritajatim.com) – Fraksi-fraksi di parlemen mendukung penganggaran dana bansos untuk guru ngaji dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur 2021. Sebanyak 12.055 orang guru ngaji mendapat akan bantuan sosial.

“Wes wayahe guru ngaji kembali mendapat perhatian dan menjadi garda terdepan, untuk mencerdaskan masa depan anak, dan memperbaiki kemerosotan moral, yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini,” kata Siswono, juru bicara Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya, dalam sidang paripurna pengesahan Perubahan APBD 2021, di gedung DPRD Jember, Kamis (14/10/2021) malam.

Namun Siswono mengingatkan Pemkab Jember aghar lebih berhati-hati dalam pelaksanaannya. “Program ini agar tepat sasaran dan tidak berdampak hukum, baik bagi pejabat pemangku kebijakan maupun bagi warga guru ngaji sebagai penerimanya,” katanya.

David Handoko Seto dari Fraksi Nasdem mengingatkan Pemkab Jember agar memberikan insentif kepada guru ngaji secara berkelanjutan. “Berikan kesetaraan pemberian program yang bersumber dari APBD secara terus menerus di sesuaikan dengan mekanisme dan regulasi yang ada,” katanya.

Semenyata juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Alfan Yusfi mendukung pendataan untuk pemberian insentif maupun bantuan sosial untuk guru ngaji dan beasiswa. “Data itu harus valid termasuk inklusif untuk guru yang mengajar agama apapun di tempat ibadah agama lain yang diakui Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Dukungan fraksi-fraksi di DPRD Jember terhadap insentif untuk guru ngaji ini membuat Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Ayub Junaidi bahagia. “Saya berterima kasih. Akhirnya kami tak sendirian memperjuangkan ini sejak 2002,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar