Politik Pemerintahan

Hentikan Kegiatan Pengumpulan Massa

PCNU Kabupaten Mojokerto Lakukan Penyemprotan di 100 Masjid

Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu masjid di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto menghentikan seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa namun diganti dengan penyemprotan disinfektan di 100 masjid di Kabupaten Mojokerto. Langkah ini diambil untuk mengurangi kegiatan keramaian dan meminimalkan potensi penyebaran virus corona (Covid-19).

Sesuai agenda, di bulan Maret hingga April 2020 ini banyak kegiatan puncak dalam rangka peringatan hari lahir NU digelar. Namun langkah tersebut diambil sesuai dengan arahan dari pemerintahan serta instruksi dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris PCNU Kabupaten Mojokerto, Taufik. “Kegiatan tersebut akhirnya kami ganti dengan penyemprotan disinfektan ke masjid dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Mojokerto. Ada 100 masjid di Kabupaten Mojokerto yang menjadi sasaran penyemprotan disinfektan,” ungkapnya, Kamis (26/3/2020).

PCNU Kabupaten Mojokerto juga membentuk Gugus Tugas Covid 19. Tim Gugus Tugas Covid 19 PCNU Kabupaten Mojokerto sendiri merupakan gabungan dari sejumlah lembaga, yakni Lembaga penanggulangan bencana NU (LPBINU), Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) dan Lembaga Kesehatan NU (LKNU).

“Tim Gugus Tugas Covid-19 yang akan bertugas melakukan penyemprotan disinfektan di 100 masjid yang ada di Kabupaten Mojokerto. Tim juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan social distancing untuk menghalau penyebaran Covid-19,” katanya.

Awalnya, masih kata Taufik, pihaknya mengaku kesulitan dengan pendanaan serta perlengkapan untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Namun langkah PCNU Kabupaten Mojokerto tersebut mendapatkan lampu hijau salah satu Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

“Kegiatan ini mendapatkan support dari Kades Pesanggrahan Moh Afif. Beliau support dan memberikan dana dan peralatan, seperti alat semprot serta cairan desinfektan. Sehingga sejumlah lembaga di internal PCNU akhirnya ikut support dan PCNU juga ikut memberikan dukungan penuh,” jelasnya.

Masih kata salah satu pengasuh Pondok pesantren An-nahdliyah di Kecamatan Sooko ini, PCNU Kabupaten Mojokerto ingin membantu pemerintah untuk memberikan pemahaman bahaya Covid-19 serta membangun optimisme di masyarakat. Tujuannya masyarakat agar tidak panik untuk mengusir virus ini dari Kabupaten Mojokerto.

Terpisah, Kades Pesanggrahan, Moh Afif mengatakan, inisiasi yang dilakukannya dalam Tim Gugus Tugas Covid 19 PCNU Kabupaten Mojokerto tersebut salah satunya adalah untuk membangun rasa optimisme bagi aktifis NU khususnya dan masyarakat Kabupaten Mojokerto pada umumnya. Masyarakat Kabupaten Mojokerto dihimbau tidak perlu takut apalagi panik.

“Saya juga prihatin karena begitu corona merebak, banyak barang menghilang di pasaran. Seperti masker, hand sanitizer, desinfektan dan lain-lain. Dengan gerakan ini, juga kita ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa barang-barang tersebut bisa kita produksi sendiri. Tapi kita bisa menggunakan sejumlah bahan yang ada,” tuturnya.

Masih kata Afif, ia mensupport Tim Gugus Tugas Covid 19 PCNU Kabupaten Mojokerto karena langkah yang dilakukan bisa memberikan rasa tenang dan mengedepankan akal sehat serta rasa optimisme kepada warga. Karena langkah ini akan menjauhkan virus tersebut berkembang di Kabupaten Mojokerto.

Hari pertama kegiatan penyemprotan desinfektan serta sosialisasi Tim Gugus Tugas Covid 19 PCNU Kabupaten Mojokerto ini, dilakukan di sejumlah masjid yang ada di Kecamatan Mojosari. Selanjutnya, akan digilir masjid-masjid yang berada di pinggir jalan raya yang ada di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Sooko serta sejumlah pesantren. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar