Politik Pemerintahan

Pawai Ta’aruf di Mojokerto Tampilkan Pakaian Muslim Adat Daerah

Walikota Mojokerto memberangkatkan peserta pawai ta'aruf. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 91 lembaga pendidikan di Kota Mojokerto mengikuti pawai ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah. Para peserta menampilkan pakaian muslim adat daerah lengkap dengan kendaraan hias.

Berupa masjid dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap peserta diberikan waktu 90 detik untuk menampilkan kreasinya di depan dewan juri sebelum akhirnya long march dari depan kantor Walikota Mojokerto Jalan Gajah Mada menuju rumah rakyat di Jalan Hayam Wuruk.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah. “Dalam hari ini, ada dua agenda. Pawai Ta’aruf dan Karnaval Spirit of Mojopahit dalam rangka HUT RI ke 74,” ungkapnya, Sabtu (8/9/2019).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), pawai ta’aruf tersebut mengambil tema ‘Dengan Semangat Berhijrah untuk Menuju Rahmat Allah SWT’. Mengusung Islam Nusantara, dengan tujuan karena saat ini Indonesia yang landaskan dasar Bhineka Tunggal Ika sering digoyang oleh isu atau berita yang menyebabkan perpecahan.

“Dengan semangat kebersamaan dan bersatunya warga masyarakat Kota Mojokerto dari berbagai suku, etnis, agama dan budaya, kita memang ber-Bhineka tapi kita tetap keluarga besar. Keluarga besar Kota Mojokerto. Sekaligus ini untuk media syiar agama Islam,” katanya.

Yakni dengan berjalan kaki bersama-sama mendekatkan diri antar warga dan peserta, lanjut Ning Ita, karena ada kedekatan, kebersamaan, toleransi melalui kreasi budaya nusantara tetap bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika.

“Untuk peserta Karnaval Pembangunan ada 60 peserta, sedangkan Pawai Ta’aruf sebanyak 91 peserta. Jumlah ini naik dari tahun lalu sebanyak 70 peserta, ini menunjukan antusiasme lembaga pendidikan karena mayoritas peserta adalah lembaga pendidikan untuk memeriahkan event tahunan,” tegasnya.

Para peserta pawai ta’aruf sendiri dari lembaga pendidikan yang ada di Kota Mojokerto, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hadir Wakil Walikota dan Ketua Tim Penggerak PKK, Kapolres Kota Mojokerto dan Forkopimda.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar