Politik Pemerintahan

Patuh Instruksi Gubernur, DPMD Batalkan Acara, PU SDA Sediakan Hand Sanitizer

Surabaya (beritajatim.com) – Instruksi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa agar ASN di lingkungan Pemprov Jatim meningkatkan kebersihan dan menyiapkan fasilitas cuci tangan dengan sabun serta hand sanitizer dipatuhi OPD.

Di antaranya adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jatim di kawasan Injoko Surabaya.

“Kami menyediakan hand sanitizer bagi tamu yang masuk ke kantor. Dan, kami membatalkan sejumlah acara perjalanan dinas di luar kota. Ini untuk mematuhi instruksi gubernur mulai hari ini sampai 29 Maret 2020,” kata Kadis PU SDA Provinsi Jatim, Abduh Mattalitti kepada beritajatim.com di kantornya, Senin (16/3/2020).

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala DPMD Jatim, Mohammad Yasin juga menegaskan, pihaknya telah membatalkan sejumlah acara kedinasan. “Acara pelatihan kader pemberdayaan masyarakat hari ini sampai 18 Maret 2020 di Hotel Vanda Trawas kami batalkan. Peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim sebanyak 80 orang. Kami patuhi instruksi gubernur untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim,” tegasnya.

“Kami tunda acaranya, tunggu evaluasi sampai tanggal 29 Maret dan menunggu Corona mereda. Tanggal 19 Maret nanti kami juga ada rapat koordinasi bidang kelembagaan masyarakat se-Jatim 90 orang juga dibatalkan. Belum lagi agenda dari Kementerian Dalam Negeri, Master of Trainer (MOT) yang juga ditunda. Ada juga Rakernis Penataan Kelembagaan Pendukung Perangkat Desa, Hotel Aston Pluit Jakarta 16-18 Maret sudah beli tiket pesawat, kami batalkan,” jelasnya.

Selain itu, pada 19-21 Maret 2020, pihaknya juga batal menghadiri sosialisasi Lomba Desa Wisata se-Indonesia yang diundang oleh Kementerian Desa di Mandalika, Lombok. DPMD Jatim juga memasang hand sanitizer di setiap sudut ruangan kantor serta membangun wastafel untuk cuci tangan menggunakan sabun di depan kantor.

Diberitakan sebelumnya, sehubungan dengan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang terus meningkat dan menimbulkan korban jiwa, Pemprov Jatim mengambil keputusan bahwa untuk sementara dalam waktu 14 hari mulai tanggal 16-29 Maret 2020 melakukan beberapa Iangkah taktis di enam bidang.

Yakni, bidang perhubungan, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi dan informasi komunikasi

Untuk bidang pemerintahan:

a. Terhadap ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kebersihan dan menyiapkan fasilitas cuci tangan dengan sabun;

b. Meniadakan apel pagi, senam pagi, upacara dan kegiatan seremonial di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan mengimbau Bupati/Walikota untuk melakukan hal yang sama;

c. Mengimbau Bupati/WaIikota untuk menginstruksikan kepada Perangkat Daerahnya agar menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun;

d. Menunda seluruh perjalanan dinas ke luar kota dan/atau ke luar negeri, khususnya ke tempat yang sudah diidentiflkasi terdapat penyebaran COVID-19 sesuai dengan data dan informasi terkini dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kecuali ada tugas khusus. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar