Politik Pemerintahan

Patah Hati, Pengurus PSI Jember Membubarkan Diri

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Partai Solidaritas Indonesia di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membubarkan diri. Mereka sepakat berhenti berpolitik setelah kepengurusan terbentuk sejak 2015.

Keputusan membubarkan diri berdasarkan rapat pada Kamis, 9 April 2020. Pembubaran bukan hanya pengurus tingkat kabupaten, tapi juga tingkat kecamatan. “Pasca pemilihan legislatif, sudah satu tahun berlalu. Ternyata kami, pengurus di Kabupaten Jember, menjadi semacam mayat hidup. Dibilang hidup ya tidak hidup, dibilang mati ya tidak mati. Itu yang kami rasakan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI Jember Agus Hamdani, Jumat (10/4/2020).

PSI gagal lolos batasan suara empat persen untuk tetap bertahan sebagai partai peserta pemilu. Agus dan kawan-kawan sebenarnya berharap pengurus pusat dan provinsi lebih memberikan perhatian ketika kalah. “Ibarat ketika sakit, disambangi, ternyata sampai hari ini genap satu tahun, kami tidak ngapa-ngapain. Bahkan ketika pilkada, tidak ada pembekalan politik,” kata Agus.

PSI menangguk 34 ribu suara di Jember dalam pemilu tahun lalu. “Mereka selalu bertanya apa yang dilakukan PSI Jember? Kami tidak bisa menjawab, karena sampai hari ini kami tidak ada instruksi kami harus ngapain. Ini keluh kesah kawan-kawan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) dan DPD (Dewan Pimpinan Daerah). Kalau kami mau diganti, oke silakan diganti. Kalau mau dipertahankan, silakan. Tapi kami disuruh ngapain. Ini yang kami tunggu-tunggu,” kata Agus.

Sebelumnya, setelah kalah dalam pemilu, pengurus pusat PSI sudah menekankan agar seluruh kader menyapa masyarakat tanpa menunggu lima tahun lagi. “Tapi kenyataan di lapangan, kami sampai hari ini sudah satu tahun tidak ngapa-ngapain. Kami harus mengundurkan diri, karena belum bisa menyapa masyarakat,” kata Agus.

Hasil rapat pembubaran ini akan dilaporkan tertulis ke Dewan Pimpinan Pusat PSI. “Biar segera direspons,” kata Agus.

Apakah akan hijrah ke partai lain? “Kawan-kawan di PSI orang baru semua. Seperti orang jatuh cinta pertama, kalau sudah patah hati ya sudah. Tidak akan berpolitik lagi, karena kami lihat PSI partai yang ideal. Ketika keluar, kami tak akan berafiliasi dengan partai lain,” kata Agus. Mereka sepakat untuk meninggalkan dunia politik dan menggeluti profesi masing-masing. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar