Politik Pemerintahan

Pasutri di Mojokerto Jadi Cakades, Pemungutan Suara Diubah Jadi Resepsi Pernikahan

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada yang unik di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Lantaran Calon Kepala Desa (Cakades) diikuti pasangan suami-istri (pasutri), Moh Ali Imron dan Salimah. Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau Balai Desa Jiyu diubah menjadi gedung resepsi pernikahan.

Panitia penyelenggara Pilkades Jiyu mengusung pernikahan ala India. Kedua pasang Cakades mengenakan baju pengantin India berwarna merah dan duduk di kursi Cakades, lengkap dengan asesoris pernikahan sebenarnya. Terdapat foto keduanya di atas kursi keduanya menandakan sebagai Cakades.

Balai Desa yang digunakan untuk penyelenggaraan Pilkades dihias dengan kain berwarna putih lengkap beserta lampu warna-warni. Tak lupa di depan kursi pengantin terdapat meja dengan berbagai souvenir pernikahan. Selain itu, dipasang pagar yang terbuat dari kertas hias berwarna merah putih.

Aroma persaingan yang tak tampak terlihat saat duduk bersandingan di satu kursi layaknya pengantin baru. Ide tersebut ternyata muncul dari Cakades nomor urut 2, Salimah dengan tujuan agar penyelenggara Pilkades serentak di Desa Jiyu berbeda dengan desa lainnya.

Cakades nomor urut 2, Salimah mengatakan, pakaian pengantin India tersebut sengaja dipilih sesuai inisiatifnya. “Biar beda sama Pilkades lainnya dan biar berkesan. Baju ini saya pesan di rias pengantin,” ungkapnya, Rabu (23/10/2019).

Terkait visi misi yang diusung sebagai Cakades, Salimah memiliki visi misi yang serupa dengan suaminya. Yakni ingin mengangkat perekonomian masyarakat Desa Jiyu serta mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu.

“Kami mencalonkan diri dengan niatan pengabdian diri guna memajukan kehidupan Desa Jiyu menjadi yang lebih baik,” tegasnya Cakades nomor urut 1, Moh Ali Imron.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar