Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pastikan Stok Lebaran Aman, Khofifah Gubernur Jatim Tinjau Minyak Goreng di Kota Malang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau ketersediaan minyak goreng disejumlah toko ritel modern di Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau ketersediaan minyak goreng disejumlah toko ritel di Kota Malang, Jumat, (21/1/2022). Dia meninjau dua toko ritel pertama di Jalan Raya Dieng dan Jalan Raya Langsep Kota Malang.

Khofifah mengatakan, peninjauan dilakukan di dua titik ini karena ada laporan pada Jumat pagi bahwa minyak goreng di lokasi ini kosong alias habis. Dia pun mengaku heran padahal hari ini merupakan hari ketiga setelah penyesuaian satu harga.

“Tadi dapat laporan jam 10.00 WIB minyak kosong. Kalau tanggal 19 itu kan hari pertama (satu harga) jadi ada aksi beli yang cukup masif. Ternyata hari kedua ada stok yang jam 10 pagi sudah habis. Hari ini kebetulan ada ibu-ibu yang belanja minyak goreng menyebut di dua titik yang katanya sudah habis,” kata Khofifah.

Khofifah menuturkan, bahwa dua lokasi yang dia tinjau pendistribusian minyak goreng berada dalam naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Dia meminta Wali Kota Malang dan Aprindo saling berkoordinasi demi ketersediaan minyak goreng satu harga untuk masyarakat.

“Saya minta tolong Aprindo untuk monitor dari distribusi yang ada di ritel modern. Karena kalau untuk pasar tradisional diberi kesempatan penyesuaian sampai seminggu dari tanggal 19. Sehingga setelah seminggu setelah tanggal 19 harga minyak goreng ini satu harga,” ujar Khofifah.

Khofifah memastikan bahwa stok minyak goreng di Jatim aman hingga 6 bulan ke depan. Dia memastikan bahwa stok minyak goreng untuk Ramadhan dan lebaran pada April-Mei aman.

“Karena pada dasarnya stok nya aman sangat aman sampai 6 bulan kedepan. Kita tentu berharap bulan depan sudah masuk Ramadhan, saya rasa ada peningkatan kebutuhan masyarakat tetap tenang. Nanti masuk lebaran masyarakat tercukupi kebutuhannya. Apalagi yang pedagang ultra mikro, pedagang mikro, pedagang kaki lima, kebutuhan minyak goreng mereka cukup tinggi sehingga semua bisa mengikuti,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kebijakan pemerintah dalam penerapan satu harga minyak goreng harus dilakukan dengan baik oleh toko ritel modern yang ada. Dia juga meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang untuk rutin memantau harga minyak.

“Kalau di pasar saya kira sudah ada toleransi, Gubernur bersama saya mengecek dilapangan dan itu ternyata itu bukan rumor (langkah), karena ada memang tadi masyarakat bilang pak disana habis. Tapi tadi kok ada, ya karena mungkin mau disidak. Jadi segera dilakukan kami minta ke dinas terkait untuk terus pantau untuk ketersediaan,” tandas Sutiaji. (luc/ted)

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar