Politik Pemerintahan

Pastikan Protokol Kesehatan Ditaati, Bupati Mojokerto Tilik Tempat Isolasi dan Wisata

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Forkompinda Kabupaten Mojokerto saat menilik wisata di Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Guna memastikan keamanan, ketertiban dan disiplin protokol kesehatan pada masa libur Idul Fitri 1442H/2021, Bupati Mojokerto meninjau dua puskesmas isolasi Covid-19. Tak hanya itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga menilik sejumlah titik penyekatan mudik serta beberapa objek wisata di Kabupaten Mojokerto.

Antara lain Wisma Isolasi Mandiri Dawar (Wismanda) UPT Puskesmas Dawarblandong, UPT Puskesmas Gondang, Pos Penyekatan Mudik Simongangrok Kecamatan Dawarblandong serta beberapa tempat wisata milik swasta. Yakni Parimas Waterpark, Pacet Mini Park dan Claket Adventure di Kecamatan Pacet.

Tak hanya wisata milik swasta, sejumlah wisata yang milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto juga tak luput dari sasaran rombongan Forkopimda Kabupaten Mojokerto. Diantaranya, Petirtaan Jolotundo, Taman Ghanjaran dan Air Terjun Dlundung di Kecamatan Trawa serta Wisata Air Panas Ubalan dan Pemandian Air Panas di Kecamatan Pacet.

“Jadi hari ini saya mengunjungi tempat isolasi OTG Covid-19. Total yang dirawat 12 orang. Ada 8 di Gondang dan 4 di Dawarblandong (tiga pasien sudah bisa pulang nanti malam, dan seorang bumil boleh keluar besok). Untuk yang di Gondang, ada 8 pasien. Alhamdulillah, tidak ada tambahan lagi,” ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Minggu (16/5/2021).

Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 juga menegaskan sikap tegas untuk menolak pemudik dari daerah yang tidak satu aglomerasi, maupun yang datang untuk tujuan berwisata ke Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, tegas orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini, aturan sudah tegas dan jelas yakni bagi masyarakat yang tidak satu rayon atau aglomerasi, terpaksa diminta untuk kembali.

“Saya juga sempat mampir ke pos penyekatan mudik di Simongagrok yang berbatasan dengan Lamongan. Aturan sudah tegas dan jelas. Bagi masyarakat yang tidak satu rayon atau aglomerasi, terpaksa diminta untuk kembali. Saat ini yang diizinkan masuk, hanya yang satu aglomerasi. Aturan ini benar-benar harus ditegakkan secara ketat,” katanya.

Untuk pengaturan tempat wisata, Bupati juga menginstruksikan agar protokol kesehatan tetap dijaga, bahkan lebih diperketat. Terlebih pada masa liburan Idul Fitri yang menyatu dengan libur akhir pekan. Instruksi ini berlaku bagi semua objek wisata di Kabupaten Mojokerto, baik milik Pemkab Mojokerto maupun wisata milik swasta.

“Wisata milik Pemda masih aman untuk kedatangan pengunjung. Masih di bawah 50 persen dari kapasitas (sesuai aturan). jadi, hari ini saya juga ingin memastikan wisata milik swasta juga demikian. Kabupaten Mojokerto saat ini zona hijau dan kuning. Kita tidak mau zona kita oranye bahkan merah. Jika itu terjadi, terpaksa wisata tutup. Zona ini terus diupgrade dan diverifikasi. Semua transparan, tidak ada yang ditutupi. Jadi, saya minta kerjasama semuanya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, salah satu upaya sudah dilakukan untuk mempertebal jalannya protokol kesehatan. “Polres Mojokerto melakukan sistem buka-tutup lalu lintas menuju tempat wisata agar tidak ada penumpukan kendaraan. Ini salah satu upaya kami dalam pengetatan prokes,” terangnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar