Politik Pemerintahan

Pastikan Bansos PPKM Darurat Warga Desa, Emil Sambangi Pengurus Asosiasi Kades

Wakil Gubernur Jatim saat menyambangi salah satu kepala desa, Sabtu (10/7/2021)

Surabaya (beritajatim.com) – Seiring dengan dilaksanakannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga mendukung Pemerintah Desa dalam mengalokasikan dana desanya untuk pemberian bansos bagi warga desa.

“Kami tadi berkunjung ke salah satu pengurus AKD di Kabupaten Gresik untuk membahas urgensi pengalokasian dana desa untuk mendukung pemberian bansos PPKM Darurat tingkat desa,” ujar Emil.

Hal itu diutarakannya saat mengunjungi kediaman salah satu pengurus Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nurul Yatim di Desa Baron, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, Sabtu (10/7/2021).

Mantan Bupati Trenggalek tersebut menjelaskan desa memiliki peranan penting dalam membantu warga yang membutuhkan dan belum tercakup bansos pemerintah. “Selama masa pandemi seperti saat ini, desa punya peran penting dalam membantu warga yang membutuhkan dan belum mendapatkan bansos,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus AKD Gresik Nurul Yatim menyampaikan bahwa 8 persen dana desa tahap I yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 sudah terpakai seluruhnya sehingga dirinya masih menunggu proses pencairan tahap II.

“Dana Desa tahap I yang sebesar 8 persen itu rata rata semua desa sudah habis semua di desa desa, sehingga kami sebenarnya menunggu pencairan tahap II,” keluh Yatim.

Tak lama berselang, Wagub Emil menghubungi langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, M Yasin untuk berdiskusi terkait mekanisme pencairan dana desa tahap II. “Jadi begini Pak Yasin, saat ini yang ada di garda terdepan kan temen temen kades, nah bagaimana terkait dana desa tahap II,” tanyanya.

“Misalnya desa sudah siap, desa jenengan mengajukan, jadi tidak perlu kolektif, yang ready satu, satupun dilayani. Kita sudah menyepakati dengan perbendaharaan Jawa Timur bahwa kita akan layani meski kita layani satu satu Kabupaten,” jawab Yasin melalui sambungan telepon.

Setelah berdiskusi sebentar melalui teleponnya, Wagub Emil mengutarakan bahwa pengajuan dana desa tahap selanjutnya bisa diproses cepat tanpa perlu menunggu kelengkapan kolektif desa-desa lain.

“Alhamdulillah, kedepannya desa tidak perlu lagi menunggu lama lama untuk proses pencairan tahap selanjutnya, wes ga perlu tunggu kelengkapan desa lain nanti tinggal diajukan saja soal pencairannya” terangnya.

Selama PPKM Darurat, Wagub yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jatim tersebut berharap desa juga ikut memperhatikan nasib para pedagang seperti warung makan dan warung kopi.

“Kami khawatir kan kalau dari PPKM Darurat yang pasti gak bisa nyambut gawe kan warung makan salah satunya, nah harapan saya sih sebenernya yo kalo baiknya dapat di support sembako, gausa akeh akeh, yg punya warung makan semisal gak laku jualannya, kasih sembako,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat menemui warga

Setelah berdialog, Wagub muda tersebut juga bertemu salah satu perempuan lanjut usia di Desa Baron yang diketahui bernama Bu Asyifah. “Sudah divaksin nggeh Bu,” tanyanya.

“Sampun pak, alhamdulillah dan nanti tanggal 27 untuk vaksin dosis keduanya,” jawab Bu Asyifah.

Wagub Emil mengapresiasi Bu Asyifah karena mengetahui lansia tersebut ternyata juga mengajak warga lainnya untuk tidak ragu divaksinasi serta disiplin memakai masker meskipun sudah mendapatkan vaksin.

“Saya bangga sekali ibu masih disiplin memakai masker meskipun telah divaksin, karena saat ini masih ada beberapa orang yang meremehkan setelah divaksin justru tidak memakai masker, nah saya bangga sama panjenengan dan semoga sehat selalu nggeh,” ujarnya. [tok/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar