Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik 2020

Paslon QA Turba Serap Aspirasi Petani dan Persoalan Kali Lamong

Gresik (beritajatim.com) – Pasangan calon (Paslon) M.Qosim-Asluchul Alief atau lebih dikenal QA turun ke bawah (Turba) guna menyerap aspirasi petani di Desa Ngasin, dan Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang, Gresik yang dikemas dalam sambung rasa, Selasa (6/10/2020).

Selain menyerap aspirasi petani, paslon nomor urut pertama yang maju di Pilkada Gresik 2020 itu, menampung aspirasi warga di sepanjang aliran Kali Lamong di Gresik Selatan.

Harapan warga setempat, jika paslon QA memenangi Pilkada untuk memprioritas pembangunan wilayah selatan di tahun 2020 hingga 2025 mendatang.

Dalam kegiatan sambung rasa di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, petani setempat mengeluhkan produksi padi yang terus merusak akibat lahan pertanian yang digarap sebagian besar gagal panen.

“Kami sangat resah mendengar informasi subsidi pupuk yang akan dihapus oleh pemerintah pusat. Petani berharap jangan sampai dihapus pak, masih banyak warga yang tidak mampu untuk membeli. Dan ada yang beli, ujung-ujungnya pupuk sudah habis,” ujar Heru (48) salah satu petani asal Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang.

Menanggapi hal itu, Cabup M.Qosim memastikan akan membantu petani dengan mengupayakan penambahan alokasi pupuk bersubsidi bagi petani.

Diakui kebutuhan pupuk bersubsidi berkurang, dan itu terjadi di seluruh Indonesia. Namun demikian, QA nanti akan berjuang menambah jatah alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian. Terlebih Gresik merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Timur.

“Subsidi nanti akan disalurkan oleh pemerintah. Tidak hanya penambahan pupuk bersubsidi, nanti Pemerintah Kabupaten Gresik akan membeli gabah petani dengan harga sesuai ketentuan pemerintah dan tidak merugikan petani,” ujarnya.

Agar tanaman tidak gagal panen dan produksi bertambah, M.Qosim akan mengupayakan pemberian edukasi kepada petani melalui penyuluh pertanian di lapangan. Mereka akan diberi edukasi bagaimana menanam berbagai macam tanaman yang terus bisa dikembangkan.

“Para pemuda juga perlu diperdayakan untuk regenarasi para petani,” ungkapnya. Tidak hanya itu, nantinya pasar tanaman hasil panen petani akan dipasarkan di badan usaha milik daerah (BUMD),” ungkapnya.

Soal Kali Lamong yang sering banjir, M.Qosim berjanji akan menyelesaikan persoalan itu di tahun pertama pengabdian QA. “Dulu Balai Besar Bengawan Solo (BBWS, Red) belum mengizinkan karena menunggu keputusan beberapa kota yang tidak hanya Gresik dilewati Kali Lamong,” tuturnya.

Sementara itu, Cawabup QA, Asluchul Alif juga mendengarkan keluhan serupa dari petani di Desa Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang. Petani mengeluhkan hasil produksi yang tidak seimbang dengan biaya pertanian. Mereka meminta Alif memperjuangkan penambahan pupuk, pembelian gabah petani dan pemasaran.

Harapan lainya yang disampaikan di antaranya kebutuhan irigasi dan saluran air yang memadai. Ini untuk mengalirkan air dari Kali Lamong. Sebab, jika menyedot air melalui pipa palalon dengan mesin pompa diesel biaya untuk diesel lebih mahal. Selanjutnya pemberantasan hama tikus.

“Kami perlu langkah efektif untuk memberantas tikus. Yang sudah kami lakukan melalui pola “Gropyok” ( mengejar sampai sarang) sudah kami laksanakan. Namun, kami minta program pemberantasan ini menjadikan ini prioritas Dokter Alif,” ujar Sumadi, petani Desa Jombang Delik.

Atas keluhan ini, Alif sependapat dengan pasangannya M.Qosim, nantinya QA akan memperjuangkan penambahan pupuk bersubsidi. Kartu tani diharapkan mampu memberikan solusi termasuk mengenai masalah pupuk. Sehingga, kartu tani nanti di fungsikan untuk memberikan informasi data yang valid antara kebutuhan dan realisasi program yang berhubungan dengan pengembangan sektor pertanian. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar