Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik 2020

Paslon NIAT Prihatin Ada Keranda Jenazah Dihanyutkan di Kali Lamong

Gresik (beritajatim.com) – Pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) mengaku prihatin terkait adanya keranda jenazah yang dihanyutkan di anak sungai Kali Lamong.

Seperti diketahui, di media sosial (medsos) viral ada warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean, Gresik menghanyutkan jenazah dalam keranda dengan ban bekas di anak sungai Kali Lamong.

Warga terpaksa menghanyutkan jenazah Nenek Kasti (71), warga Rt 6 Rw 12 di anak Kali Lamong untuk pemakaman di makam dusun yang letaknnya di seberang anak Kali Lamong. Hal ini dilakukan karena di daerah tersebut belum dibangun jembatan.

Sebelumnya, pada tahun 2019 juga terjadi kasus serupa. Jenazah Mbah Sayu, warga setempat juga terpaksa dihanyutkan warga dengan ban bekas untuk pemakaman. Kasus itu pun viral waktu itu.

Suwono, keponakan almarhum Nenek Kasti membenarkan, bahwa untuk pemakaman almarhum Nenek Kasti terpaksa harus dihanyutkan di anak Kali Lamong dengan ban bekas untuk menyeberangi anak Kali Lamong yang airnya mengalir deras.

Menurut Suwono, warga yang memakamkan almarhum Nenek Kasti terpaksa harus menghanyutkan di anak kali Lamong untuk dimakamkan di pemakaman dusun di seberang anak Kali Lamong lantaran tak ada jembatan. “Terpaksa harus dihanyutkan untuk nyeberang ke anak Kali Lamong Mas karena tak ada jembatan. Kondisi ini sudah terjadi sudah lama,” ujarnya, Jumat (4/12/2020).

Sebelumnya, kata Suwono, pada tahun 2019, neneknya Mbah Sayu yang meninggal juga terpaksa harus dihanyutkan ke anak Kali Lamong untuk menuju pemakaman lantaran tak ada jembatan.

Suwono kemudian mengungkapkan, bahwa neneknya Kasti (70), meninggal pada hari Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 20.30 WIB. Lantaran sudah malam dan pemakaman harus menyeberangi anak Kali Lamong untuk dimakamkan.

“Kalau musim hujan tiba seperti sekarang kemudian anak Kali Lamong meluap, makam di sebelah dusun tak bisa dimanfatkan untuk pemakaman. Sebab, kalau digali airnya terus keluar. Makanya, kalau warga Gorekan Lor meninggal pada musim hujan dan anak Kali Lamong meluap ya pemakaman harus nyeberang anak Kali Lamong dengan cara dihanyutkan dengan ban bekas,” kata Suwono.

Warga Gorekan Lor, kata Suwono sebenarnya sudah berkali-kali mengadukan persoalan ini kepada pemerintah agar dibuatkan jembatan. Namun, sampai saat ini tak ada tindakan nyata.

Warga berharap kepada pemerintah agar segera mewujudkan janjinya membuatkan jembatan di anak Kali Lamong, Sehingga, tak ada lagi jenazah dihanyutkan ke sungai untuk pemakaman. “Kami berharap segera dibangun jembatan agar saat ada pemakanan akan lebih mudah,” papar Suwono.

Menanggapi hal ini, Cabup nomor urut 02 Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin saat melihat video viral itu untuk kedua kalinya. Mantan Ketua DPRD Gresik ini juga sangat menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya bertahun-tahun tak serius menyelesaikan permintaan warga Gorekan Lor untuk pembuatan jembatan dan penanganan banjir Kali Lamong.

“Pemerintah selama ini kurang serius dalam menangani masalah banjir Kali Lamong, sehingga warga sekitar Kali Lamong setiap tahunnya bisa 3 sampai 4 kali kebanjiran,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya bersama pasangannya Aminatun Habibah atau Bu Min telah menyiapkan program untuk pemerataan pembangunan terutama di tingkat dusun. Melalui program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Mapan). Gus Yani-Bu Min (Niat) menyiapkan Gresik Bangun Dusun, program bantuan keuangan khusus Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur dusun.

“Dengan program itu nantinya warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean bisa memiliki jembatan penyebrangan. Sehingga tidak ada lagi jenazah yang dihanyutkan Kali Lamong untuk. Ini sangat rawan kalau arusnya deras malah menimbulkan korban baru,” pungkasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar