Politik Pemerintahan

Paslon NIAT Gagas Program Gresik Agropolitan

Gresik (beritajatim.com)- Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) yang maju di Pilkada Gresik 2020, menggagas program ‘Gresik Agropolitan’ jika terpilih memimpin Gresik lima tahun kedepan.

Menurut Cawabup Aminatun Habibah, keberadaan program Gresik Agropolitan juga untuk menjamin kepastian harga produk pertanian pasca panen. Cawabup perempuan ini juga blusukan ke petani untuk menyerap aspirasi.

Program tersebut lanjut Aminatun Habibah, tidak hanya hanya untuk produk pertanian. Melainkan juga perikanan, peternakan dan holtikultura. Pasalnya, Kabupaten Gresik memiliki areal seluas 67.900 hektar. “Jika kami terpilih, akan membuat plafon harga agar produk pertanian pasca panen yang harganya di bawah plafon nantinya akan dibeli pemda lewat program Gresik Agropolitan,” ujarnya, Minggu (8/11/2020).

Ia menambahkan, saat memasuki masa tanam stok gabah para petani mulai menipis, sehingga persediaan beras juga menipis lantaran gabah maupun beras petani diborong oleh spekulan sejak pasca panen dan ditimbun sampai musim tanam.

Hal ini berdampak bagi para petani karena petani tidak bisa menjual beras lagi di pasaran saat musim tanam. Karena itu, paslon Niat nantinya akan mengatasinya dengan cara membeli gabah maupun beras tersebut melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berstatus Perusahaan Daerah (PD) untuk bidang pertanian.

“Pemkab Gresik nantinya bisa memanfaatkan dana subsidi untuk membeli gabah hasil panen para petani. Maka, bila harga gabah yang semula dipatok Rp 4.000 per kilogram, nantinya dibeli pemerintah kabupaten Gresik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

“Dengan pola ini, maka ada kepastian harga karena pemerintah kabupaten bisa menjaga harga gabahnya yang bisa menguntungkan petani. Dana tersebut juga bisa dirasakan langsung oleh petani, karena yang diinginkan oleh mereka ialah melindungi harga pasca panen,” ungkapnya.

Selain masalah ketidakpastian harga pasca panen, persoalan yang kerap dihadapi para petani ialah masalah kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam. Untuk itu, melalui program Gresik Agropolitan, Bu Min menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Gresik.

“Masalah ketersediaan pupuk saat petani memasuki masa tanam, kami akan berikan jaminan tidak akan ada kelangkaan pupuk melalui program Gresik Agropolitan,” pungkas Aminatun Habibah. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar