Politik Pemerintahan

Paslon Langgar Prokes, Bawaslu Gresik Beri Surat Peringatan 28 Kali

Gresik (beritajatim.com)- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik telah memberikan 28 kali surat peringatan kepada tim pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) selama 50 hari masa kampanye.

Anggota Bawaslu Gresik Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Syafi’ Jamhari mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi kampanye Pilkada Gresik 2020. Hasilnya, masih banyak ditemui berbagai macam pelanggaran yang dilakukan masing-masing pasangan calon (paslon). Bahkan, banyak yang tidak menjalankan aturan sesuai dengan peraturan KPU 13/2020 tentang Pilkada di masa pandemi Covid-19.

“Sejauh ini kami sudah mengeluarkan 28 surat peringatan. Masing-masing kepada kedua tim kampanye. Baik paslon nomor urut 1 Moh. Qosim-Asluchul Alif (QA) maupun Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat),” katanya, Kamis (26/11/2020).

Dari semua surat peringatan itu, lanjut dia, berasal dari 509 kali tatap muka oleh kedua paslon. Banyaknya pelanggaran prokes itu membuktikan pemanfaatan media daring masih sangat minim. “Sesuai pasal 58 PKPU 13/2020, kampanye tatap muka harus dilakukan melalui media daring. Bagi yang hadir pun dibatasi maksimal 50 orang,” ujarnya.

Terkait penggunaan dana kampanye, kata Syafi’ Jamhari, pihaknya juga mengestimasi penggunaan dana kampanye dari kedua paslon melebihi Rp 2 miliar. “Jika dilihat dari intensitas kegiatan kampanye, termasuk pembuatan alat peraga kampanye (APK). Kami pun telah mengamankan 702 buah APK yang melanggar,” paparnya.

Disisi lain dana kampanye yang dilaporkan kedua paslon melalui Sidikam KPU hanya Rp 282,7 juta. “Secara subtansi kedua pasangan calon masih belum mematuhi laporan dana kampanye. Harap ini dijadikan perhatian serius,” pungkasnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Pizza Meat Lover Menu Berbuka Favorit Anak

Resep Rawon Iga Lunak Cocok untuk Berbuka

Pameran Lukisan Anak Berkebutuhan Khusus

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk