Politik Pemerintahan

Pasien Positif Covid-19 di Lumajang Alami Penurunan

Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mengikuti Rapat Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro secara virtual, Selasa (23/2/2021)

Lumajang (beritajatim.com) – Jumlah pasien positif Covid-19 di Lumajang mengalami penurunan yang sangat signifikan di bulan ini. Hal itu terlihat dari semakin sedikitnya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jumlah pasien Covid di Luamajang mengalami penurunan,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mengikuti Rapat Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro secara virtual, bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (23/2/21).

Masih kata dia, Lumajang masih berada di zona oranye, namun dengan nilai yang sangat baik yakni 2,25 jadi ada kemungkinan besar untuk segera menuju ke zona kuning. Kasus kumulatif per 23 Februari 2021 adalah 2.912 kasus terkonfirmasi.

Rinciannya, pasien sembuh 2065 orang (case recofery rate 71%), kemudian yang meninggal 252 kasus (case fatality rate 9%) dan jumlah aktif 55 kasus. “Himbauan untuk menaati prokes terus digencarkan, hingga masyarakat sadar,” jelasnya.

Trend kasus rawat inap di rumah sakit rujukan juga cenderung terus mengalami penurunan selama Februari 2021, yakni dengan rata-rata 45 kasus. Jumlah ini merupakan 17,44% dari kapasitas total 258 ruang isolasi rumah sakit rujukan di Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang bersama Forkopimda terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah preventif dalam penerapan kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Semisal melakukan sosialisasi penerapan 5 M kepada masyarakat hingga ke tingkat RT, mengaktifkan posko Satgas Covid-19, pemberian bantuan masker dan lain-lain.

Bupati optimis, jika pelaksanaan PPKM Mikro berjalan dengan optimal, maka Kabupaten Lumajang akan segera menuju ke zona kuning dan berharap berada dalam zona hijau atau wilayah bebas tidak ada kasus Covid-19. “Lumajang akan terus berikhtiar dalam penanggulangan penanganan Covid-19,” pungkasnya. [har/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar