Politik Pemerintahan

Pemberlakukan PPKM

Pasar Tradisional di Kota Mojokerto Tutup Pukul 16.00 WIB

Penerapan PPKM di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi diberlakukan untuk 15 daerah di Jawa Timur mulai, Jumat (15/1/2021) kemarin. Di Kota Mojokerto, pasar tradisional tutup pukul 16.00 WIB sedangkan toko modern tutup pukul 20.00 WIB.

PPKM dilakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto dan 14 daerah lainnya yang kian masif. PKKM berlaku selama dua pekan yaitu mulai, Jumat (15/1/2021) sampai Kamis (28/1/2021). PPKM dimaksud untuk membatasi sejumlah kegiatan, bekerja, ibadah, sekolah hingga wisata.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama petugas gabungan TNI/Polri melaksanakan monitoring di lokasi terkait penerapan jam operasional pasar tradisional selama PPKM berlangsung.

“Di pasar tradisional, jam operasional dibatasi. Para pedagang boleh berjualan mulai pukul 03.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Pasca itu, aktivitas di seluruh pasar tradisional dan sekitarnya wajib dikosongkan pada pukul 16.00 WIB sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Mojokerto,” ungkapnya, Sabtu (16/1/2021).

Masih kata Dodik, pembatasan jam operasional di pasar tradisional dilakukan pada pukul 16.00 WIB lantaran aktifitas pasar tradisional yang dinilai sangat rawan. Sedangkan, operasional toko modern swalayan, cafe dan pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto maksimal pukul 20.00 WIB.

“Pertimbangan pembatasan jam operasional pasar tradisional lebih awal karena dinilai rawan interaksi dalam situasi pandemi daripada toko-toko yang lain. Selama penerapan PPKM, petugas bakal melakukan penjagaan di sekitar pasar untuk melakukan monitoring sekaligus pemantauan agar pedagang tertib dan patuh selama pelaksanaan PPKM,” katanya.

Dodik menambahkan, pihaknya tak segan-segan akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan di Kota Mojokerto. Menurutnya, pelanggar protokol keeehatan akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda. Sedangkan, pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan dendanya lebih besar yakni sebesar Rp200 ribu.

“Kami menutup enam titip akses di Pasar Tanjung Anyar untuk mempermudah penerapan jam operasional. Memang kemarin, hari pertama sempat bersitegang dengan pemilik toko karena mereka menganggap ini toko. Mamun demi kebersamaan dan keadilan agar pedagang di dalam pasar juga tidak komplain jadi di sekitar pasar menyesuaikan,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar