Politik Pemerintahan

Pasar Takjil di Surabaya Ini Terapkan Physical Distancing

Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya memastikan jika operasional pasar di tengah pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap mengedepankan prinsip physical distancing. Termasuk terhadap pasar takjil yang menjual kebutuhan berbuka puasa bagi masyarakat.

Di Pasar Takjil Karang Menjangan misalnya, para pedagang di lokasi itu telah diberikan titik-titik berjualan secara khusus. Tentu saja, penempatannya sesuai dengan kaidah physical distancing.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengungkapkan jika penataan yang dilakukan berawal dari usulan pengurus RW setempat. “Jadi karena itu menjual makanan, maka pengurus RW mengajukan usulannya ke pihak kecamatan, lalu kita akomodir,” kata Febri, Kamis (30/4/2020).

“Tentu saja, prinsipnya adalah dengan menjaga kaidah physical distancing dan penjualnya pun tidak menyediakan kursi agar tidak ada kerumunan orang,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana terus meminta warga agar mematuhi aturan untuk tetap di rumah. “Kalau tidak penting jangan keluar rumah. Kalaupun keluar harus memakai masker,” katanya.

PSBB, dikatakan Whisnu, sama seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun, masyarakat diminta jangan memahami sebagai bentuk lockdown.

Sementara untuk penerapan di wilayah perkampungan, koordinasi aparatur pemerintah dengan TNI-Polri sudah berjalan. Khususnya ditingkatan bawah. Yakni Kelurahan, RW dan RT.

Khususnya dalam antisipasi adanya kerawanan tindak kriminalitas. “Semua bergerak sinergis. Termasuk menjaga ketertiban. Bagaimana warga bisa dirumah saja, namun tetap merasa aman,” terang Wakil Walikota yang akrab disapa WS ini. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar