Politik Pemerintahan

Pasangan Suami Istri di Malang Berebut Kursi Kades

Dua orang yang mendaftar sebagai calon Kades Jeru, diketahui adalah pasangan suami istri.

Malang (beritajatim.com) – Ada yang unik dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Dua orang yang mendaftar sebagai calon Kades Jeru, diketahui adalah pasangan suami istri (pasutri).

Mereka yakni Edin Krisbintoro, calon Kades inkumben nomor urut satu yang akan menjadi  lawannya adalah Nunuk Thomimah yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Nunuk sebagai calon Kades nomor urut dua.

Dalam agenda penyampaian visi misi oleh kedua calon kades serta pengundian nomor urut pencalonan, Senin (6/5/2019), pasutri tersebut nampak kompak. Kegiatan yang digelar di Pendopo Desa Jeru itu dihadiri oleh warga desa, panitia Pilkades, Anggota BPD, tokoh masyarakat serta Muspika.

Kades Petahana Edin mengatakan, keikutsertaan istrinya dalam pencalonan Kades Jeru tidak mempengaruhi sportifitas dalam kontestasi tersebut. Menurutnya, dalam berdemokrasi, seluruh warga Desa Jeru berhak mencalonkan diri sebagai calon kades, termasuk istrinya.

“Itu tidak akan mempengaruhi apapun. Kami bersama panitia penyelenggara pilkades juga telah membuka pendaftaran. Tapi memang warga tidak ada yang mendaftar, hanya istri saya. Kalau misalnya, memang saya berkeinginan agar tidak punya lawan dalam pilkades ini, bisa saja pendaftaran ditutup lebih awal. Tapi ini malah pendaftaran tetap kita buka hingga tanggal 17 April 2019,” ujarnya, Senin (6/5/2019).

Menurutnya, siapapun nanti yang terpilih menjadi Kades, diharapkan benar-benar bisa membawa amanah warga desa. Dimana ia menyebut, yang terpenting adalah pelayanan terhadap masyarakat. “Ya yang terpenting itu kan tetap pelayanan terhadap masyarakat. Kalau menurut saya itu yang utama,” imbuhnya.

Sementara itu, usai kegiatan, Camat Turen, Mumuk Hadi Martono mengatakan bahwa dalam demokrasi seperti ini wajar jika ada yang kalah dan menang. Untuk itu ia berharap, siapapun calon kades yang menang ataupun kalah nantinya bisa sama-sama menempatkan diri.

“Yang namanya demokrasi pasti ada kalah dan menang, jadi saya berharap calon bisa saling menerima dan masyarakat harus bisa suport,” ujar Mumuk usai kegiatan.

Mumuk menambahkan, secara umum ia berharap pelaksanaan Pilkades di wilayah Kecamatan Turen dapat berjalan kondusif. Meskipun, ia tidak memungkiri bahwa dalam gelaran Pilkades serentak seperti ini tetap ada kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan untuk bisa diantisipasi.

“Pada dasarnya ada, seperti di Desa Talok. Pasalnya di Desa Talok ada 6 calon, nanti berdasarkan tim seleksi dari Kabupaten Malang otomatis ada satu atau dua calon yang harus terseleksi. Kami belum tahu itu kewenangan tim dari pihak desa dan Kabupaten. Tapi kami berharap semuanya bisa dijalankan dengan utuh,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar