Politik Pemerintahan

Partisipasi Pemilih di Pilbup Malang Jauh dari Target Nasional

Malang (beritajatim.com) – Partisipasi pemilih pada pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang yang digelar Rabu (9/12/2020) kemaren, lepas dari target Nasional sebesar 77,5 persen.

Kondisi itu terungkap dari hasil monitoring di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang. “Partisipasi pemilih Pilkada Kabupaten Malang 9 Desember tidak ada peningkatan,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, Kamis (10/9/2020).

Kata Mahardika, target KPU RI pada Pilkada di tengah pandemi covid-19 sebesar 77,5 persen dinilai terlalu tinggi. Lanjut dia, pada pelaksanaan pemungutan suara kemaren, partisipasi pemilih hanya kisaran 58 persen, jauh dari target Nasional.

“Kami ditarget begitu tinggi. Pada hari pelaksanaan hasil monitoring di TPS partisipasi di kisaran 58 persen sekian, tapi itu belum resmi masih sementara, pastinya tunggu rekapitulasi,” beber Mahardika.

Penyebabnya, lanjut Mahardika, analisa sementara karena Pilkada di tengah pandemi covid-19, sehingga banyak masyarakat yang belum yakin aman datang ke TPS. Selain itu, masyarakat tidak memiliki pilihan figur pemimpin yang cocok. “Ada juga masyarakat yang mengaku belum tahu. Padahal kami sudah woro-woro sehingga tidak mungkin tidak tahu kalau ada Pilkada,” tegasnya.

Dibandingkan dengan Pilkada 2015, kata Mahardika partisipasi pemilih pada Pilkada kemaren, hampir sama. Tahun 2015 partisipasi pemilih pada kisaran 58,2 persen.

Ia melanjutkan, untuk mengetahui angka pasti partisipasi pemilih, menunggu hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten Malang. Hari ini kata dia, baru dimulai digelar rekapitulasi tingkat kecamatan hingga 14 Desember mendatang.(yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar