Politik Pemerintahan

Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Penanganan Pandemi Covid-19 di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengklaim kasus pandemi virus corona di daerah yang dipimpinnya berjalan bagus karena tidak lepas dari peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19.

Terlebih selama pandemi Covid-19 tersebut, kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten pertama di Madura dalam peta sebaran Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, yang terdata sebagai status zona merah khususnya di Pulau Garam, Madura.

Namun pelan dan pasti, kasus pandemi Covid-19 di Pamekasan terus mengalami penurunan signifikan. Tidak hanya dalam status Orang Dalam Resiko atau ODR, tetapi juga dalam katagori pasien positif Covid-19. “Dari total 10 pasien yang dinyatakan positif Covid-19, tujuh di antaranya dinyatakan sembuh,” kata Bupati Badrut Tamam, Kamis (14/5/2020).

“Dengan kondisi tersebut, saat ini hanya tersisa tiga orang yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, bahkan kondisi ketiganya juga terus membaik dan diprediksi sembuh dalam waktu dekat,” sambung pria yang juga tercatat sebagai Ketua Tim Satgas Covid-19 Pamekasan.

Tidak hanya pada status pasien positif Covid-19, tetapi penurunan serupa juga terjadi pada status ODR maupun status Orang Dalam Pantauan (ODP). “Untuk status ODR yang mengalami penurunan sangat signifikan, dari semula mencapai angka hingga 7 ribuan dan saat ini tinggal ratusan (532 orang),” jelasnya.

“Hal ini menandakan partisipasi masyarakat sudah bagus, karena kalau ODR naik dan menjadi ODP maupun PDP berarti tidak efektif. Jadi isolasi mandiri di rumah itu efektif, sehingga kasus pendemi ini terus menurun dengan angka signifikan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap agar pandemi Covid-19 khususnya di Pamekasan, segera berakhir. Sehingga pola dan tatanan kehidupan masyarakat kembali normal. “Harapannya tentunya pendemi ini segera selesai, tentunya harus didukung oleh masyarakat untuk mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Lebih lanjut ditegaskan, upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif dengan kenungkinan terburuk. Sekalipun pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dalam waktu relatif singkat. “Rencananya ruang observasi ini secara efektif mulai digunakan pekan depan,” tegasnya.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 Pamekasan, saat ini terdata sebanyak 532 ODR, 13 ODP, 20 Pasien Dalam Pengawasan alias PDP (terdiri dari 7 orang negatif dan 13 orang menunggu hasil swab), serta sebanyak 11 pasien positif Covid-19 (terdiri dari 3 orang dirawat, 6 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia). [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar