Politik Pemerintahan

Partai Non Parlemen Coba Peruntungan di Pilwali Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Pilkada Surabaya 2020, enam parpol yang tidak memiliki kursi di DPRD Surabaya alias non parlemen sepakat membentuk Koalisi Membangun Surabaya (KMS). Mereka siap berpartisipasi di pilkada. Tapi, soal arah dukungan politik akan diputuskan setelah calon yang direkom PDIP diumumkan.

Terbentuknya koalisi ini merupakan hasil diskusi panjang yang dirintis para ketua parpol, yakni Samsurin (Ketua DPC PBB Kota Surabaya), Samuel Teguh Santosa (Ketua DPD Perindo Kota Surabaya), Zainal Arifin (Ketua DPC Partai Garuda Kota Surabaya), Edi Susanto (Ketua DPC PKPI Kota Surabaya), Usman Hakim (Ketua DPD Partai Berkarya Kota Surabaya), dan Edi Rahmat (Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya).

Juru bicara KMS, Edi Rachmat menjelaskan latar belakang terbentuknya KMS. Sebelum melebur dalam satu ikatan, enam parpol itu bertemu. Berdiskusi terkait pilwali. “Komitmen kami bersama membangun Surabaya,” jelasnya.

Dari hasil diskusi, enam parpol itu memiliki kesamaan. Gagasan serta visi dan misinya searah. “Intinya Surabaya harus lebih maju,” tuturnya.

Meski tidak memiliki kursi di DPRD Surabaya, Edi menilai KMS tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena jika jumlah suara enam parpol itu disatukan, jumlahnya terbilang besar. Persentasenya dalam pileg lalu mencapai 7,1 persen. Atau berkisar 109.468 ribu suara.

Lantas pada siapa dukungan KMS bermuara? Edi belum bisa memastikan. Sebab, sejauh ini belum ada pasangan calon (paslon) yang mendaftar. “KPU belum menerima pendaftaran,” ucapnya.

Keputusan diambil selepas KMS menggelar sejumlah tahapan. Salah satunya, gabungan parpol itu akan bersilaturahmi. Berkunjung ke sejumlah calon. “Setelah itu baru kami putuskan,” paparnya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar