Politik Pemerintahan

Partai di Jember: 4 Tahun Saja Seperti Ini, Apalagi 2 Periode…

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq dalam salah satu acara

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah pimpinan partai politik di Jember, Jawa Timur, percaya bahwa koalisi sebelas partai parlemen akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Partai ini menilai, kepemimpinan Bupati Faida tak layak dilanjutkan untuk periode kedua.

“Insya Allah dengan kebersamaan dan semangat melakukan perubahan, itu bisa kita wujudkan. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita memang bersama-sama bertekad mewujudkan perubahan. Ini bukan hanya tanggung jawab pimpinan patai politik, tapi juga tanggung jawab seluruh eksponen masyarakat Jember,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Jember Madini Farouq, Sabtu (1/8/2020).

Sebelas partai yang memiliki kursi di DPRD Jember siap bersatu untuk memunculkan satu pasang kandidat bupati dan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah. Sebelas partai itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem (yang memiliki 8 kursi parlemen), PDI Perjuangan, Gerindra (7 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (6 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (5 kursi), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Perindo (2 kursi), dan Partai Berkarya (1 kursi).

Semua pimpinan partai tingkat kabupaten sudah menginstruksikan kepada legislator masing-masing di DPRD Jember untuk menyosialisasikan rekomendasi sidang paripurna hasil menyatakan pendapat berupa pemakzulan Bupati Faida. “Supaya ini jadi kepedulian bersama, bahwa ini bukan hanya persoalan DPRD dengan bupati, tapi rakyat Jember melawan tirani,” kata Madini.

“Kita sudah lihat bagaimana komunikasi (eksekutif dengan legislatif) dikesampingkan. Yang namanya pemerintahan daerah adalah bupati dan DPRD. Kita melihat pola hubungan yang tidak baik, yang ini akhirnya membuat rakyat jadi korban: keterlambatan pengesahan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) yang terlalu tinggi, apalagi predikat disclaimer (pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap APBD Jember 2019). Kalau ini dibiarkan, wong empat tahun saja sudah seperti ini, apalagi dilanjutkan dua periode,” kata Madini.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jember Ahmad Rusdan mengatakan, carut-marutnya manajemen pemerintahan di Jember sangat terlihat dan berlarut-larut selama ini. “Itu artinya ada mismanajemen dan miskomunikasi oleh incumbent. Partai-partai bersatu agar ada perubahan, harus ganti bupati. Kita berharap memilih calon bupati yang potensinya bagus,” katanya.

Rusdan menyadari, pengganti Faida nantinya belum tentu lebih baik. “Tapi kondisi seperti ini di Jember jelas tidak baik,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember Agusta Jaka Purwana menjelaskan, persoalan saat ini bukan antara eksekutif dan legislatif. “Tapi permasalahan seluruh masyarakat Jember dengan eksekutif,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar